BRAJAMUSTI menyayangkan dan prihatin dengan bentrokan yang terjadi di Jalan Magelang Km 14,5 Minggu dini hari (22/5). Kelompok suporter terbesar klub PSIM Jogja ini berharap tidak terjadi lagi peristiwa serupa berbumbu ne-gatif dan kekerasan di masa mendatang.Pengurus Brajamusti menyatakan siap mendukung penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian
“Semalam (Minggu malam) kami memenuhi panggilan Polres Sleman, kami menghormati penyelidikan dan upaya hukum yang dilakukan,” ujar Presiden Brajamusti Rahmad Kurniawan, kemarin (23/5).

Rahmad mengatakan, pihaknya berupaya untuk tetap terbuka, dengan membantu pihak ke-polisian dalam melakukan penyeli-dikan. Mengenai kronologis bentrokan, dia mengaku tidak mengetahui karena tidak berada di tempat kejadian perkara (TKP).Menurutnya, pada hari per-tandingan tandang PSIM ke mar-kas PSIS Semarang, Sabtu (21/5) lalu,
Brajamusti sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian. Baik untuk keberangkatan dan kepulangan. Untuk jalur pulang, sudah mengikuti imbauan untuk mengambil rute alternatif dan menghindari jalur utama. “Semua berangkat bersama dengan pengawalan dari ke-polisian,” ujar pria yang akrab disapa Mame ini.

Dia menambahkan, sebelum turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B bergulir, kelompok suporter yang sudah berusia 13 tahun ini selalu menekankan pada koordinasi. Dari pengurus ke koordinator hingga akar rumput.Diakui, tidak mudah bagi pe-ngurus kelompok suporter untuk mengayomi massa yang jumlah-nya ribuan. Ini juga yang pasti dirasakan oleh pengurus kelom-pok suporter lainnya. “Kami menekankan koordinasi dan komunikasi, juga mengedukasi bagaimana saat menghadapi provokasi, apalagi saat mengikuti tur tandang,” ujarnya.

Menurutnya, diantara pe ngurus kelompok suporter sudah sering kali memprakarsai untuk adanya pertemuan atau ngobrol bersama. Masing-masing kelompok su-porter juga sudah mengimbau terus menerus untuk tidak mem-bawa senjata tajam hingga motor blombongan. “Suporter itu kan untuk mem-berikan support. Kami terus imbau dan tekankan itu. Dengan kelompok suporter lain kami juga lakukan pedekatan secara kekeluargaan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Departemen Advokasi dan Hukum Brajamusti Edi Haryanto mengatakan, saat ini kepolisian masih melakukan proses investigasi. “Jangan ter-pancing, meski dilempari di jalan jangan dibalas dan tetap jalan. Itu yang kemarin juga dilakukan anak-anak,” ujarnya.

Diakui, problem akar rumput itu beragam dengan karakter berbeda-beda, ini yang sulit di-kendalikan ketika mereka be-rada di jalan. Pria yang juga menjabat Bidang Hukum Ko-misi Disiplin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIJ ini mengaku siap untuk memfasilitasi tiga klub beserta kelompok suporter untuk mengadakan pertemuan ber-sama. (dya/ila/ong)