Ahmad Riyadi/Radar Jogja
GENCAR SOSIALISASI: Kasubdit Dikyasa AKBP M. Affandi saat sosialisasi aman berkendaraan kepada mahasiwa di asrama mahasiswa Sulawesi Selatan belum lama ini.
Momentum Operasi Patuh Progo 2016 dimanfaatkan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda DIJ melakukan sosialiasi aman berkendaraan dan disiplin berlalu lintas kepada masyarakat. Salah satu fokusnya adalah sosialisasi larangan pengemudi kendaraan bermotor menggunakan handphone/telepon genggam saat berkendaraan. Imbauan ini disampaikan menyusul banyaknya kecelakaan lalu lintas di tanah air yang disebabkan pengemudi sambil menelepon/SMS (short message service).

“Nyetir sepeda motor atau mobil sambil telepon/SMS itu tindakan yang sangat berbahaya. Berbahaya bagi diri sendiri, penumpang maupun pengguna jalan yang lain,” ujar Direktur Lantas Polda DIJ Kombes Pol M.H. Ritonga kepada Radar Jogja kemarin.

Karena itu, Ritonga mengingatkan kepada para pengemudi yang akan menerima panggilan telepon atau hendak mengirimkan SMS, sebaiknya menepi kemudian berhenti. Setelah itu, baru menerima panggilan telepon atau mengirimkan SMS. “Jangan lakukan tidakan berbahaya. Sayangi dan ingat keluarga di rumah yang telah menunggu,” terang Ritonga.

Larangan menggunakan telepon genggam saat berkendara diatur dalam Pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan. Yakni setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

“Jadi bila pengemudi ketahuan menggunakan handphone, maka polisi lalu lintas akan melakukan tindakan,” jelas Ritonga. (mar/laz/ong)