Harnum Kurniawati/Radar Jogja
AWALNYA RETAK-RETAK: Empat motor milik Mugy Hady Samsu, warga RT 2 RW 4 Kelurahan Wates Prontokan, Magelang Tengah, Kota Magelang, tertimbun material dalam musibah longsor kemarin (23/5).
MAGELANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Magelang sepanjang hari menyebabkan tebing setinggi enam meter dan panjang delapan meter longsor kemarin (23/5). Satu rumah di RT 2 RW 4 Kelurahan Wates Prontokan, Magelang Tengah, ikut terseret longsor dan empat motor tertimbun.

Pemilik rumah, Mugy Hady Samsu, 59, mengatakan, longsor terjadi ketika keluarganya sedang tidur di rumah utama. Saat itu hujan turun cukup deras sepanjang hari. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh di samping rumah.

“Kira-kira dini hari pukul 00.30 WIB. Terkejut dengan suara itu, saya dan anak-anak keluar rumah dan melihat tebing samping runtuh. Beruntung tidak ada yang tidur di rumah kecil kami, karena semua tidur di rumah utama,” ujarnya di tempat kejadian perkara (TKP).

Dia menjelaskan, rumah yang tergerus longsor tidak ditempati untuk tidur. Mengingat hari Sabtu (21/5) ia sudah mengetahui tanah samping rumahnya retak-retak. Kondisi itu sudah diloporkan ke RT dan RW setempat, namun belum sempat ditindaklanjuti.

“Kejadian longsor ini sudah kali ke tiga. Dimulai 2008 dan 2010 pernah longsor, tapi tidak parah. Sekarang kejadian lagi langsung parah dan kerugian sampai Rp 100 juta. Namun alhamdulilah tidak ada korban jiwa,” tambah suami Suparsih, 58, dengan dua anak ini.

Ketua RW 4 Mursito Wahyu Sampurno, 56, mengemukakan kejadian longsor ini memang bukan yang pertama kalinya. Longsor diduga karena saluran air irigasi tidak bisa mengalir lancar.

“Kemungkinan air mengikis tanggul dan mengakibatkan retak-retak. Tanggul ini sendiri memang sudah lama, tapi belum pernah ada perbaikan,” tuturnya.

Mursito mengaku korban memang sudah lapor kalau tanahnya retak sebelum kejadian longsor ini. Pihaknya pun berencana melaporkannya ke aparat kelurahan pada jam kerja, karena hari Sabtu-Minggu libur. “Rencana lapor hari ini (kemarin, Red), eh sudah kejadian terlebih dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito langsung memerintahkan dinas terkait untuk segera menangani kejadian ini. Bahkan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) langsung menyalurkan bantuan berupa logistik dan tenda untuk korban.

“Saya langsung perintahkan dinas terkait untuk tinjau ke lapangan. Survei apakah longsor itu merupakan bencana alam atau faktor manusia, sehingga harus hati-hati dalam penggunaan anggaran,” paparnya. (cr1/laz/ong)