ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
BERPIKIR POSITIF: Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur DIJ HB X saat membuka Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan (KNIB) di UMY, kemarin (23/5).
BANTUL – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta Muhammadiyah ikut membangun sumber daya manusia (SDM) generasi muda Indonesia. Permintaan ini disampai-kan mengingat SDM Indonesia masih jauh dari harapan Hal itu menjadikan sulit bersaing dengan SDM dari negara tetangga. Padahal, di masa mendatang tantangan yang dihadapi Indonesia jauh lebih berat.

“Jangan terjebak pada masalah-masalah yang tidak produktif yang dapat menghambat perkembangan Indonesia. Harus berpikir positif, jangan gampang menjelekkan orang lain,” kata Jokowi saat membuka Konvensi Nasional Indonesia Ber kemajuan (KNIB) di Sportorium UMY, kemarin (23/5).

Selain itu, pemerintah akan terus memperbaiki birokrasi perizinan supaya investasi di tanah air tidak berjalan lambat. Apalagi, saat ini masih ada 42 aturan pemerintah dan 3.000 produk perda bermasalah yang disinyalir dapat mengganggu investasi. Secara perlahan, re-gulasi itu akan dievaluasi ulang. “Pelan-pelan, aturan perizinan akan dipangkas. Apabila aturan-aturan tersebut dibiarkan maka akan menghambat investasi dan pembangunan di tanah air,” tandas Jokowi.

Dengan memangkas izin usaha, lanjut Jokowi, Indonesia akan cepat berkembang dan maju. Mengingat tidak ada lagi ham-batan bagi pelaku usaha di tanah air. Apalagi, saat ini pemerintah terus melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah di tanah air terutama daerah perbatasan dan daerah tertinggal.

Ketua Umum PP Muham-madiyah Haedar Nasir me-ngatakan, KNIB merupakan momentum tepat mengingat situasi Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai masalah. Seperti isu komunisme, ke kerasan seksual, terorisme, serta isu Les-bian Gay Biseksual dan Trans-gender (LGBT).

“Muham madiyah ingin memperkuat peran dan posisinya dalam dinamika bangsa sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar,” ungkapnya.Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, konvensi nasional dapat dijadi-kan sebagai ajang membangun jati diri bangsa yang unggul dan berkemajuan. (*/mar/ila/ong)