Harnum Kurniawati/Radar Jogja
Untuk menstabilkan harga bawang merah menjelang Ramadan dan Lebaran, Perum Bulog (Badan Urusan Logistik Divre Kedu menggelar operasi pasar (OP). Tempatnya di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, kemarin (24/5).

“Saat ini harga bawang merah di pasaran mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Dengan operasi pasar diharapkan harga dapat ditekan,” kata Wakil Kepala Perum Bulog Divre Kedu Joko Pamungkas di sela OP.

Joko mengatakan, OP ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. Operasi akan terus dilakukan hingga harga bawang merah mencapai terget pada Rp 25 ribu per kg.

“Ini sudah kali kedua kami melakukan operasi pasar. Dalam operasi pasar ini kami juga sengaja menjauh dari pasar tradisional, agar tidak mengganggu jual beli di pasar,” katanya.

Harga itu diambil untuk menjaga agar produsen tidak dirugikan atau tetap memperoleh margin yang menguntungkan. Penurunan harga dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan panen bawang merah yang sedang berlangsung.

Setiap hari pihaknya menyiapkan lima ton bawang merah dengan bungkusan satu kilogram. Bawang merah dijualdengan harga Rp 21 ribu per kg. Tidak ada batasan bagi masyarakat untuk pembelian bawang merah.

“Bawang merah yang dijual pada operasi pasar kali ini didatangkan langsung dari Temanggung. Kami juga melakukan operasi pasar di kampung- kampong,” ujarnya.

Seorang pembeli, Sri Sumartini, 65, warga Kauman, Kota Magelang, mengatakan sengaja mendatangi operasi pasar untuk membeli bawang merah dengan harga murah. Ia mengakui bawang merah untuk persediaan memasak keluarganya selama Ramadhan.

“Mumpung murah, karena kalau mau Ramadan begini kan apa-apa mahal. Ya, semoga nanti nggak cuma bawang merah namun kebutuhan pokok lainya juga ikutan murah,” ungkapnya.

Sementara itu Wawali Magelang Windarti Agustina mengatakan dengan dilakukan OP diharapkan mempengaruhi harga pasar, sehingga dapat terjangkau masyarakat. Selain itu, target penurunan harga bisa terpenuhi. (cr1/laz/ong)