GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
TIDAK KAPOK: Kepala BNNP DIJ Soetarmono (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti jenis sabu seberat 507,57 gram yang disimpan di dalam sepatu wedges, Selasa (24/5).
JOGJA – Seperti tidak belajar dari kasus sebelumnya, pengedar narkoba kembali mengulangi modus yang sama. Yakni menyelundupkan narkoba dengan menyimpannya di dalam sepatu perempuan. Modus tersebut kembali diungkap Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) DIJ.

Dari dalam sepasang sepatu perempuan itu, petugas menemukan narkotika jenis sabu seberat 507,57 gram. Sabu tersebut disembunyikan dalam ruang kosong di sepasang sepatu jenis wedges. Tidak hanya menyita barang bukti sabu, petugas juga menangkap dua orang tersangka yang bertugas sebagai kurir dan kaki tangan komplotan bandar sabu. Keduanya yakni Romlah, 40, perempuan asal Aceh dan Edi, 30, asal Boyolali, Jawa Tengah. Romlah membawa sabu tersebut dari Medan dan akan diserahkan kepada bandar melalui Edi.

Kepala BNNP DIJ Kombes Pol Soetarmono mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman barang jenis sabu dari Medan ke Jogjakarta dengan pesawat. Tetapi, belakangan rencana berubah, dan pengiriman dialihkan melalui bandara Adisumarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Petugas lalu menerjunkan anggota dan melakukan pengawasan di Bandara Adisumarmo.

Satu per satu penumpang pesawat Lion Air dari Batam yang mendarat di Bandara Adisumarmo diteliti. Setelah keluar dari bandara, tersangka Romlah menemui Edi yang bertugas sebagai penerima barang. Keduanya kemudian ditangkap dan dilakukan penggeledahan. Mereka tertangkap pada hari Minggu malam (8/5) sekitar pukul 19.00 di area parkir bandara.

“Kami masih memburu satu orang tersangka berinisial S yang memberikan perintah kepada R untuk membawa barang. Rencananya sabu tersebut akan diedarkan di wilayah Surakarta,” ungkapnya dalam jumpa pers, kemarin (24/5).

Kepada kedua pelaku petugas menjerat dengan pasal 132 ayat 1 jo pasal 114 ayat 1 dan 132 ayat 1 jo pasal 112 ayat 2 dan 132 ayat 1 jo pasal. 115 ayat (1) UU RI 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati karena lebih dari 5 gram.

Sementara itu di lokasi berbeda, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Jogjakarta memusnahkan barang-barang hasil penindakan periode 2015-2016. Selama periode itu, petugas menindak sebanyak 90 pelanggaran dengan nilai total barang yang disita Rp 40 juta.

Beberapa barang yang dimusnahkan antara lain 83 buah alat bantu seksual (sex toys), satu dus obat kuat jenis pil biru, majalah dewasa 61 buah, DVD porno 35 buah, enam buah ponsel jenis Iphone, 3 pucuk airsoftgun, sebuah senjata api, dan satu bilah pedang katana. Barang-barang itu dimusnahkan dengan cara dibakar, dipukul dengan palu, dan dipotong dengan gergaji. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Bea Cukai Jalan Laksda Adisutjipto, Sleman.

Kepala Kantor Bea Cukai Jogjakarta Sucipto mengatakan, kegiatan tersebut sebagai kewajiban Bea Cukai menjaga masyarakat dari masuknya barang-barang tanpa izin dan membahayakan. Pengungkapan kasus tersebut, kata Sucipto, berkat kerja sama instansi terkait. Seperti Kantor Pos dan Bandara Adisutjipto. “Semua barang, termasuk obat-obatan dan kosmetik jika akan masuk ke Indonesia harus berizin. Ada keterangan impor, ada izin edar jika akan dijual,” katanya, kemarin.

Dia mengatakan, mengenai barang-barang tersebut, pemiliknya tidak mendapatkan sanksi sebab barang yang disita tidak termasuk barang ilegal berbahaya seperti narkotika. (riz/ila/ong)