Harnum Kurniawati/Radar Jogja
AYO TERTIB: Operasi Patuh Candi 2016 di Kota Magelang telah menindak 665 pelanggar lalu lintas. Mayoritas tidak membawa SIM.
MAGELANG – Selama 10 hari Operasi Patuh Candi 2016, Polres Magelang Kota menilang sebanyak 665 pelanggar lalu lintas. Mayoritas tidak memiliki atau membawa surat izin mengemudi (SIM) dari kalangan remaja usia 21 – 25 tahun.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto melalui Kasubag Humas AKP Esti Wardiani mengatakan, hingga saat ini pihaknya menahan 188 SIM, 441 STNK, dan 36 unit kendaraan roda dua. Selain itu menegur 191 pelanggar yang mayoritas pengendara bermotor tidak standar sesuai pabrikan.

“Kami tahan paling banyak STNK, karena pengendara tidak membawa atau memiliki SIM. Sementara yang tidak bawa STNK, kami tahan SIM-nya. Bagi yang tidak membawa SIM dan STNK, kami tahan sepeda motornya,” ujarnya di kantornya, kemarin (25/5).

Operasi Patuh Candi dilakukan sampai 29 Mei mendatang dengan tujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Juga guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar) yang mantap menjelang Hari Raya Idul Fitri 2016.

Sasaran operasi ini, para pengemudi sepeda motor yang berhenti atau parkir di sembarang tempat. Lalu pelanggar marka jalan dan rambu lalu lintas, kendaraan yang menaikkan atau menurunkan penumpang di bukan tempatnya, dan pelajar yang belum cukup umur atau tidak memiliki SIM. (cr1/laz/ong)