Adi Daya Perdana/Radar Jogja
MUNGKID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemprov Jateng menyiapkan stok daging sapi sebanyak tiga kali lipat dari biasanya. Kebutuhan daging sapi di Jateng mencapai 3.100 ton setiap bulan. Pemprov selalu menyiapkan 15 persen lebih banyak dari jumlah kebutuhan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Agus Wariyanto mengatakan, pada Juni mendatang kebutuhan daging sapi diprediksi meningkat jadi 4.100 ton daging. Memasuki Lebaran pada Juli, kebutuhan daging diprediksi meningkat lebih banyak yaitu tiga kali lipat.

“Tapi jangan khawatir, persediaan daging sapi juga kita persiapkan sebanyak itu. Kita tidak ada masalah menghadapi permintaan yang tinggi. Kondisi peternakan daging sapi kita cukup,” kata Agus saat berkunjung ke Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang di Tegalrejo, kemarin (25/5).

Ia mengatakan, saat ini harga daging sapi tergolong normal berkisar Rp 90 ribu – Rp 100 ribu per kg. Harga biasanya akan naik sekitar 5 persen pada H-7 hingga H+7 Lebaran. Ia meminta masyarakat tidak khawatir karena setelah masa itu harga daging sapi akan kembali normal.

“Masyarakat bisa mencari pilihan di bawah daging sapi seperti kerbau atau ayam. Jangan seolah-olah hanya daging sapi, tapi yang penting itu daging dengan kualitas aman, sehat, utuh dan halal,” jelasnya.

Selama ini, Jateng sendiri sudah berupaya mengembangkan ternak lokal dan tidak diimpor. Pemprov punya potensi populasi mencapai 1,6 juta untuk sapi potong. Daerah dengan sentra produksi sapi terbanyak yaitu Blora (200 ribu populasi sapi), Grobogan, dan Wonogiri.

Selain itu populasi unggas ayam kampung 40 juta, kambing 4 juta ekor, domba 2 juta ekor. Untuk populasi unggas dan kambing, Jateng merupakan nomor satu terbanyak di Indonesia. “Di bidang perdagingan itu yang penting masyarakat bisa membeli sesuai daya beli. Protein hewani itu tidak hanya ada pada daging sapi,” jelasnya.

Saat di STPP Magelang, Agus menjadi narasumber pada acara “Forum Komunikasi Dosen, Widyaiswara, Penetili, PPL, Kelompok Tani Ternak dan Pengusaha”. Ia didapuk menyampaikan materi soal Program Upsus Swasembada Daging Pemprov Jateng.

Selain dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng, pada acara ini juga dihadirkan narasumber lain. Seperti, Kusnindaryanto dari kelompok tani budidaya ayam buras, Lutfan Makmun dari STPP Magelang menyampaikan tentang Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Kepala Badan Penyuluhn dan Pengembangan SDM Pertanian (PPSDMP) Kementerian Pertanian Pending Dadih Permana.

Ketua Pelaksana Kegiatan Sunarsih menyampaikan, acara ini diikuti 136 orang dari berbagai elemen beberapa daerah tetangga. Seperti kelompok tani/pengusaha dari Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Semarang dan Sleman. Selain itu juga dari peneliti, Widyiswara, penyuluh, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang dan lainya.

Dari acara ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama antara beberapa lembaga. Seperti Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dispeterikan Kabupaten Magelang, STPP Magelang dan lainya. Setiap lembaga memberikan peran masing-masing sesuai tugas pokok fungsinya.

“BPPKP menyediakan kelompok tani sebagai tempat pemberdayaannya, Disperterikan menyediakan anggaran dan STPP menyediakan program pendampingan kelompok tani,” jelasnya.

Hasil acara ini diharapkan jua meningkatkan informasi dan wawasan kelompok tani, peningkatan peran serta STPP dalam pemberdayaan petani, mudahnya melakukan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut dalam program pemberdayaan kelompok tani. (ady/laz/ong)