JOGJA – Dua kelompok terlibat perkelahian di dua tempat berbeda, sekitar pukul 04.00, Kamis (26/5). Kejadian bermula sejak berada di perempatan Mirota Kampus, Jalan Kaliurang dan berakhir di Jalan Malioboro. Satu korban tewas akibat insiden tersebut.

Menurut salah satu orang yang terlibat dalam kejadian itu, Desend Souhuwat, 22, mengatakan, sebelumnya dia dan teman-temannya baru saja pulang dari tempat hiburan di Jalan Mage-lang. Sampai di perempatan Mirota Kampus, salah satu rekannya Jecksen Waruwu, 27, di bacok oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor matic Honda Vario warna merah
Mahasiswa asal Pulau Nias yang tinggal di Sagan, Terban, Gondo kusuman mengalami luka pada lengan kiri selebar 9 sentimeter, dia kemudian di-rawat di RS Bethesda. Tahu rekannya di bacok, dia dan teman-temannya lalu mencoba mengejar kedua orang tersebut. Pengejaran sampai ke Jalan Perwakilan dekat Malioboro.

“Ada tiga orang yang mengejar, termasuk saya. Tapi, salah satu teman terjatuh,” kata maha-siswa asal Ambon itu kepada wartawan.

Temannya yang terjatuh itu bernama Alfandi Bertran Mala. Mengetahui Alfandi terjatuh, kedua orang yang dikejar itu lalu berbalik arah. Saat itulah terjadi perkelahian antara dua kelompok tersebut. Perkelahian itu terjadi antara dua orang me-lawan tiga orang.

Ketiga orang itu Felix Talakuah, 23, Stevan Uniplaita, 26, dan Desend. Desend mengaku, tidak mengetahui siapa yang menyerang dan motifnya. Desend juga menga-ku tidak mengenali kedua pengen-dara Vario tersebut. Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, akibat perkelahian itu, seseorang yakni bernama Ian sempat tak sadarkan diri dan belakangan diketahui mening-gal dunia.

Jenazahnya kemu-dian dibawa ke rumah sakit RSUP Dr Sardjito. Satu orang lainnya, Fajar, rekan Ian, masih dimintai keterangan oleh polisi.

Kasat Reskrim Polresta Jogja-karta AKP Kasim Akbar Bantilan mengatakan, pihaknya masih belum dapat menentukan ter-sangka dalam kasus tersebut. Bagian reskrim masih memintai keterangan semua orang yang terlibat dan beberapa saksi. ” Masih kami dalami, termasuk mencari barang bukti perkelahian kelom-pok ini,” ujarnya kemarin.

Mengenai kondisi jenazah akibat perkelahian tersebut, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugroho mengatakan, pihaknya belum mengetahui identitas lengkapnya. RSUP Dr Sardjito hanya mendapat kiriman dari Polresta Jogjakarta. Jenazah ter-sebut tiba pukul 09.34.

“Iya benar, jenazah berjenis kelamin laki-laki, saat datang ciri-ciri mengenakan celana hitam, baju sudah dilepas. Masih muda, dengan luka sekujur wajah,” katanya kepada wartawan.Menurut Heru, jika dilihat dari lukanya, kepala korban seperti mendapat perlakuan berat. Untuk mengetahui hasil lengkapnya, masih harus menunggu otopsi.

Saat ini jenazah masih disimpan di kamar jenazah sampai menunggu keluarga dan perintah kepolisian untuk perintah otopsi.

“Luka dari leher ke atas. Seperti terkena pukulan benda tumpul dan keluar darah dari telinga kanan dan kiri,” ungkapnya. Sampai saat ini pihak kepoli-sian belum dapat memberikan informasi secara detail terkait peristiwa tersebut. (riz/ila/ong)