BANTUL – Kabar mengejutkan datang dari warga Dusun Iroyudan, Guwasari, Pajangan. Saat Pemkab Bantul sedang getol-getolnya menggulirkan kebija-kan pelestarian ikan di perairan umum, warga melaporkan dugaan pencemaran air Sungai Bedog.

Itu dibuktikan dengan banyaknya ikan mati di sung-ai yang melintasi Kecamatan Kasihan, Pajangan, dan Pandak itu. Warga menduga, ikan mati lantaran air sungai tercemar limbah pabrik gula.Mustangin, salah seo-rang warga, mengung-kapkan bahwa ikan mati di Sungai Bedog merupakan fenomena tahunan.

“Setiap tahun rutin selalu terjadi. Tapi tak ada warga yang tahu penyebab pastinya kenapa ikan-ikan sering mati,” keluhnya kema-rin (29/5).

Meski tak tahu penye-babnya, lanjut Mus-tangin, warga selalu menggunakan ilmu ti-ten. Maksudnya, me-mastikan kondisi itu berdasarkan hal-hal tertentu yang bersifat rutin. “Saat pabrik gula nggi ling (menggiling tebu) pasti seperti ini,” lanjutnya.

Warga Guwasari tidak dapat berbuat banyak meng-hadapi kondisi itu. Meskipun hal itu merugikan warga yang tinggal di sepanjang Sungai Bedog.

Se-bab, tak sedikit warga yang memanfaatkan aliran su ngai untuk budidaya ikan. Sudah barang tentu ikan tersebut mati semua.Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengaku telah mendengar informasi tersebut.

Terkait ke luhan warga Guwasari, Halim berjanji untuk meng klarifikasi masalah tersebut ke manajemen pabrik gula. Muslih akan meminta pengelola pabrik memper-baiki instalasi pengolahan limbah. Itu jika terbukti limbah yang dibuang ke Sungai Bedog me ngandung racun sehingga mencemari lingkungan. “Perbaikan pengolahan limbah butuh waktu. Tapi, saya yakin akan ada solusi,” tuturnya. (zam/yog/ong)