JOGJA – Kekhawatiran pendukung bakal calon (balon) wali kota Imam Priyono (IP) yang kandas di tengah jalan karena tak mengantongi rekomendasi bakal terpupus. Sebab, DPP PDI Perjuangan (PDIP) sampai saat ini menempatkan balon petahana itu di urutan pertama untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017.

Kepastian IP bakal diusung menjadi calon wali kota ini terlihat dari beberapa indikasi. Terbaru adalah saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antarbadan pemenangan pemilu (Bapilu) PDIP di seluruh daerah yang menghadapi Pilkada pada 26-27 Mei lalu di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, DPP memastikan, bagi daerah yang perolehan kursi di DPRD bisa mengusung sendiri tanpa koalisi, maka memprioritas kader internal. Posisinya pun berada di kursi pertama atau calon wali kota.

“Prioritas pertama kader internal. Baru kemudian, memperhatikan hasil survei, fit and proper test, dan assessment yang sudah dilakukan oleh Himpunan Sarjana Psikologi Indonesia (Himpsi),” tandas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kota Jogja Foki Ardianto, kemarin (29/5).

Foki menjelaskan, DPC PDIP Kota Jogja hanya merekomendasikan satu nama untuk diserahkan ke DPP. Nama itu ialah Wakil Wali Kota Imam Priyono yang juga telah memasang ratusan spanduk. “Tapi pastinya, nanti kami tunggu Juni,” katanya.

Tak hanya di Rakornas. Dari informasi beberapa petinggi partai, PDIP selalu menawarkan IP kepada parpol lain yang tengah menjalin komunikasi. DPP tak mengajukan nama lain yang akan mereka usung.

Inilah yang akhirnya sampai saat ini belum jelas arah koalisi parpol menghadapi pilwali. Komunikasi untuk koalisi itu sampai saat ini juga belum ada titik temu. Beberapa parpol yang akan diajak bekerja sama di pilwali menolak menempatkan posisi AB 1 A diisi IP. Parpol tersebut beralasan, mereka telah mengantongi beberapa nama untuk maju bertarung memperebutkan kekuasaan di Kota Jogja.

Alhasil, jika PDIP tak mendapatkan rekan koalisi, besar kemungkinan partai berlambang banteng moncong putih itu akan mengusung pasangan cawali dan cawawali sendiri. Apalagi, dengan perolehan 15 kursi di DPRD Kota Jogja.

Wakil Wali Kota Imam Priyono memilih tak gegabah dengan rekomendasi partainya. Dia akan menunggu keputusan DPP.

“Rekomendasi nanti yang akan dikeluarkan sudah menyebut pasangan calon wali kota dan wakil wali kota. Kami tetap yakin, PDIP akan berkoalisi. Karena, tidak mungkin PDIP sendiri membangun Kota Jogja,” tandasnya.

Mantan Direktur PDAM Tirtamarta ini menegaskan, komunikasi dengan beberapa parpol di tingkat Kota Jogja sudah mereka lakukan intensif. Artinya, jika SK Rekomendasi itu keluar, PDIP tinggal mematangkan strategi untuk memenangkan pilwali bersama parpol tersebut.

“Siapa yang akan direkomendasikan, tentu merupakan hasil komunikasi dengan rekan partai koalisi. Jadi daerah tinggal mengikuti arahan dari DPP,” jelasnya.

Tapi, soal sosok yang akan berkoalisi dengannya di pilwali, IP berharap, pasangannya tersebut tetap berasal dari kader Muhammadiyah. Ini tak lepas dari pengaruh ormas Islam terbesar di Indonesia itu di Kota Jogja. “Kota Jogja tidak bisa lepas dari Muhammadiyah. Karena di sini ibu kotanya Muhammadiyah,” katanya. (eri/ila/ong)