SETYAKI A KUSUMA/RADAR JOGJA
JAGA STOK: Pemilik pangkalan elpiji di Sleman menyiapkan stok tabung gas melon. Menjelang Ramadan permintaan elpiji bersubsidi cenderung meningkat.
SLEMAN – Bupati Sleman Sri Purnomo menjamin ketersediaan gas elpiji ukuran 3 kilogram se-lama bulan puasa hingga Lebaran. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah mengantisipasi ke-mung kinan kelangkaan dan lonja-kan harga gas melon hijau tersebut.

Sri menegaskan, selain gas melon, pemerintah memfokuskan perha-tian terhadap ketercukupan kebu-tu han sembako dan bahan bakar ken daraan dalam menyambut Ra-madan dan Lebaran.

“Kami sela-lu berkoordinasi dengan Pertami-na guna menjaga stok elpiji dan ba han bakar,” ujarnya kemarin (29/5).

Peningkatan kebutuhan gas dan sembako setiap menjelang Leba-ran merupakan hal wajar. Itu tak le pas dari banyaknya pemudik asal luar daerah yang berkumpul de-ngan keluarga di Sleman. Nah, demi menjaga stok kebu-tuhan Lebaran Sri mengimbau masyarakat agar turut memantau peredaran gas dan sembako.

Agar tidak terjadi pe nim bunan oleh pihak tertentu, yang ber tujuan mencari keuntungan lebih dengan memanfaatkan momen Lebaran. Tak kalah penting, warga ha rus turut membantu pemerintah da-lam pengawasan sirkulasi gas melon.

Agar tidak terdistribusi ke luar dari Sleman. Jangan sampai terjadi kelang-kaan gas di Sleman karena diborong oleh warga daerah tetangga. Se-baliknya, para pengecer maupun pangkalan gas dilarang menjual elpiji subsidi kepada warga luar Sleman.

“Warga tak perlu segan melapor jika melihat ada kecurang-an dalam distribusi gas bersub-sidi,” pintanya.

Menjalankan instruksi bupati, Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Sapto Winarno telah mengajukan penambahan stok gas melon ke Pertamina sebesar 10 persen dari kebutuhan harian yang rata-rata mencapai 34 ribu tabung.

Namun, permintaan tersebut tidak diajukan sekaligus, melai-nkan bertahap. Disesuaikan dengan tingkat permintaan kon-sumen. Menurut Sapto, lonjakan kebutuhan elpiji selama Rama-dan hingga Lebaran di kisaran 4-6 persen. Angka itulah yang di ajukan tahap pertama.

“Itu ang ka paling rasional untuk men-jaga stabilitas stok,” ujarnya.Soal harga, dinas menjaga sta-bilitas di kisaran Rp 15.500 per tabung. Itu harga eceran ter-tinggi (HET). Sapto berharap, HET bertahan hingga Lebaran.

“Kami pantau terus. Dimana ada kelangkaan kami pasok hingga tingkat pengecer,” lanjut kolek-tor batu akik itu.

Terpisah, Marketing Branch Manager PT Pertamina Area DIJ-Surakarta Dody Prasetya me nga takan, penambahan stok el piji rutin selalu dilakukan se-lama Ramadan dan Lebaran. Per tamina juga punya hitungan sendiri terkait hal tersebut.

Tak ja rang, badan usaha milik nega-ra itu menggelontor tambahan elpiji melebihi pagu permintaan pemerintah daerah. Pada 2015, misalnya. Pertamina memenuhi permin-taan tambahan sekitar 13 persen.

“Tahun ini di DIJ secara keseluru-han mencapai 12 persen. Peng-ajuan dari Sleman biasanya tertinggi karena jumlah pendu-duknya paling banyak,” jelasnya.(bhn/yog/ong)