SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA
LARI PUTARI LAPANGAN: Bek Tengah PSS Sleman, Waluyo (23) saat latihan bersama para pemain lainnya di Stadion Tridadi.
SLEMAN – Lini tengah PSS Sleman tidak terganggu dengan absennya Waluyo di posisi bek tengah. Faktanya saat Derby DIJ, Green Squad tetap bisa mengan-daskan tamunya Persiba Bantul dengan skor 2-1.

Padahal saat itu, Waluyo hanya mengisi bang-ku cadangan karena cedera.Kini menjelang ber-tamu ke kandang Madiun Putra, Sabtu (4.6) mendatang, Green Squad berharap bisa me-mainkan Waluyo.

Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro saat menjamu Persiba memilih memainkan Eko Pujianto yang 100 persen siap tampil. Kini ada dua pilihan yang bisa dimainkan Green Squad untuk mengisi posisi centre back.

“Kondisi Waluyo sudah mem-baik. Tapi akan kami pantau terus sebelum berangkat ke Madiun,” kata Seto, kemarin.

Pelatih yang juga pernah menjadi pemain PSS Sleman ini berniat menerapkan strategi baru. Hal ini menjadi opsi penting bagi Seto, agar permainan anak asuhnya tidak gampang dimentahkan oleh lawan. Evaluasi menyeluruh men-jadi kunci strategi baru tersebut, yang mulai akan diterapkan dalam latihan pagi ini.

“Kami akan melakukan evaluasi kembali pada latihan besok (pagi ini),” tuturnya.

Tidak main pada pekan kelima ISC Seri B 2016 membuat posisi Green Squad tergeser ke posisi dua klasemen sementara Grup 5. Karena pada pekan lalu, Martapura FC berhasil menggeser posisi PSS sebagai pemuncak klasemen, setelah mengalahkan Madiun Putra dengan skor 1-0. Sama-sama memiliki poin sembilan. PSS Sleman kalah selisih gol dengan Martapura FC.

PSS Sleman harus bisa mencuri poin di stadion Wilis, markas Madiun Putra. Dengan begitu, PSS Sleman bisa mencapai target mereka yaitu berada di puncak klasemen sebelum libur puasa dan lebaran. Posisi tersebut akan mempermudah jalan untuk lolos babak selanjutnya. (cr4/dem/ong)