RADAR MOJOKERTO
KAWAL: Kapten Persiba Bantul Johan Manaji mendapat pressing dari pemain tuan rumah PS Mojokerto Putra dalam laga tiga pekan lalu di Stadion Gelora Gajahmada.
BANTUL – Kekalahan Persiba Bantul saat meladeni Persinga Ngawi di Stadion Sultan Agung, Minggu (29/5) lalu dinilai banyak pihak karena kalahnya lini tengah. Duo Johan Manaji dan Jeni Gilang di lini tengah terganggu dengan akumulasi kartu.

Jeni pemain asal HW UMY Jogja dan biasa menempati gelan-dang bertahan harus tidak bisa di-mainkan melawan Laskar Ketonggo karena mendapat dua kartu kuning saat Persiba bertandang ke Mojo-kerto, 14 Mei lalu.

“Kami menerima surat, perihal akumulasi Jeni Gilang. Dia tidak bisa dimainkan melawan Persinga,” kata
Pelatih Persiba Sajuri Syahid, kemarin.Tidak mainnya Jeni membuat tandemnya di lini tengah Persiba, Johan Manaji keteteran. Apalagi pemain yang saat ini masih kuliah di UNY Jogja tersebut mendapat pressing cukup ketat dari para pemain Persinga.

Bisa dikatakan, Persiba harus mulai mengurangi ketergantungan terhadap pemain yang mengawali karirnya di klub Protaba Bantul.Situasi kurang menggenakan semakin di-perparah deng-an Saddham Sudarma yang biasa membantu Johan Manaji di teng-ah juga tidak bisa berbuat banyak.

Bahkan, Erdin Pratama yang ditarik ke sisi kanan ternyata juga tidak berbuah manis, Erdin Pratama tidak mampu memberikan umpan kepada Dharmawan Effendy. Long Pass yang diperagakan pemain Persiba banyak tidak tepat sasaran. Striker Persiba, Dharmawan Effendy sangat minim melepaskan tendang-an ke gawang.

Satu tendangan yang sempat dilakukan pemain yang akrab disapa Hama tersebut bahkan me-lebar di sisi kanan gawang. Lini tengah yang amburadul se-makin diperparah dengan penam-pilan Puthut Jati yang mistar gawang yang di bawah performa terbaiknya saat melawan PSS Sleman.

Se-panjang 90 menit, Puthut tercatat dua kali melakukan blunder. Satu blunder berakhir dengan tendangan sudut dan satunya lagi berujung dengan gol penyeimbang Persinga Ngawi.

“Ini adalah tim terbaik yang kami miliki. Masalahnya hanya di mental anak-anak saja. Mereka sudah ber-main bagus,” kilah Sajuri.

Pekerjaan rumah cukup berat harus dilakukan Sajuri sebelum away meng-hadapi Martapura FC, 5 Juni men-datang. Persiba Bantul harus segera berbenah karena saat ini menduduki posisi juru kunci di Grup 5 dengan raihan tiga poin. (cr4/dem/ong)