JOGJA – Kejuaraan Terbuka Sepatu Roda Hamengku Buwono Cup III-2016 jadi pengalaman berharga bagi Tim Puslatda Sepatu Roda DIJ jelang PON 2016. Dari kejuaraan yang berlangsung pada 27-29 Mei di Arena Sepatu Roda Kompleks Stadion Mandala Krida tersebut, tim tuan rumah sepatu hanya mampu berada di urutan ketiga.

Mereka dibawah klub Kiss Karawang dan Tim PON DKI Jakarta.Menurut Pelatih Sepatu Roda DIJ Ruddy Priambodo, Kiss Karawang lebih banyak mendulang medali di nomor yunior atau kelompok umur.

Sedangkan yang harus diwaspadai untuk PON yang akan digelar September mendatang, yakni Tim DKI Jakarta yang menjadi runner-up.

“Dari kejuaraan ini setidaknya kami bisa membaca kekuatan Tim PON daerah lain. DKI Jakarta harus diwaspadai,” katanya kemarin.

Dirinya mengaku sudah cukup puas dengan prestasi anak-anak asuhnya di kejuaraan tersebut. Karena para atlet sudah berjuang maksimal dan menunjukan perkembangan hasil latihan.

“Kami juga sengaja tidak tampil full, agar kekuatan kami tidak diketahui daerah lain sebelum PON besok,” tuturnya.

Selain DKI Jakarta, untuk PON 2016 ini, timnya juga harus mewaspadai tim dari daerah lain. Seperti tuan rumah Jawa Barat. Ditambah tim lain seperti Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan jawa Timur. Diperkirakan tim-tim non unggulan juga akan memaksimalkan performanya, dengan berbekal catatan waktu para atlet di kejuaraan itu.

“Maka setelah kejuraan ini, segera tim akan kami benahi. Agar jelang PON besok, anak-anak sudah memiliki catatan waktu yang bisa diandalkan untuk meraih medali,” tegasnya.

Tampil dengan 11 atlet DIJ total mengumpulkan delapan medali emas, tujuh medali perak dan dua medali perunggu. Atlet yang berhasil menyumbangkan medali antara lain, Anggit, Bayu Ridho, dan Aradhana Wikanestri (dya/dem/ong)