HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
TEGAS: Polres Kulonprogo menertibkan penambang ilegal di bantaran sungai Progo di Pedukuhan Nepi, Desa Brosot, Kecamatan Galur.
KULONPROGO-Polres Kulon-progo akan tegas menertibkan penambang ilegal di wilayahnya. Sebab, kegiatan tersebut melang-gar undang-undang.Polres Kulonprogo membuk-tikan komitmen itu.

Yakni dengan melakukan operasi penertiban penam bangan pasir illegal di sepanjang Sungai Progo.

“Puluhan mesin alat sedot pa-sir kami sita,” kata Wakapolres Kulonprogo Kompol Andreas Dede Wijaya kemarin (30/5).

Para pelakunya juga diproses secara hukum. Ada dua orang tersangka yang telah diajukan ke meja hijau. Kendati demikian ada beberapa pelaku yang belum teridentifikasi. Barang bukti be-lum diketahui pemiliknya.

“Ka-rena ditingalkan begitu saja saat ditertibkan,” katanya.Tanjung Sarwono dari Lem-baga Swadaya Masyarakat (LSM) Damar berharap, polisi berko-mitmen menegakkan undang undang. Karena penambangan tanpa aturan akan merusak ling-kungan.

“Kami ikut mengawal masalah lingkungan hidupnya. Termasuk penambangan di sungai Progo,” ucapnya.

Salah satu aktivitas pe nam-bangan yang disoal masyarakat saat ini adalah penambangan di perbatasaan Kokap-Pengasih. Tepatnya di Clapar Hargowilis. Aktivitas pe nam bangan diprotes warga Gegunung Blubuk Sen-dangsari Pe ngasih.

“Karena kegiatan pe nam bangan merusak jalan kampung dengan kendaraan angkut dengan to-nase berat. Kami minta kepada perusahaan agar memperbai-kinya,” Sulardi, salah seorang warga. (tom/din/ong)