DWI AGUS/Radar Jogja
JADIKAN KEBIASAAN: Mendikbud Anies Baswedan saat menjadi narasumber dalam seminar di Kampus UNY. Ia mengajak warga Indonesia untuk memahami nilai-nilai Pancasila.
SLEMAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengajak warga Indonesia memahami nilai-nilai Pancasila. Hal ini karena selama ini Pancasila hanya dipahami sebagai pengetahuan. Padahal, idealnya Pancasila juga diterapkan dalam kehidupan sehingga menjadi kebiasaan.

Menurutnya, pemahaman Pancasila sebagai pengetahuan sudah kuat di kursi pendidikan. Hanya saja untuk mengubah menjadi kebiasaan tak hanya membutuhkan pengajaran. Namun juga penerapan, khususnya kesadaran diri sendiri untuk memulai kebiasaan ini.

“Kita seringkali memiliki pengetahuan akan Pancasila, tapi tidak dengan kebiasaanya. Contoh kecil kejujuran itu jika tidak diterapkan juga percuma. Lalu bersikap objektif atas apa yang kita lihat,” kata Anies saat ditemui setelah mengisi seminar di Kampus UNY, kemarin (30/5).

Untuk menguatkan ini, Kemendikbud telah mengeluarkan peraturan baru. Ini tertuang dalam Permendikbud No 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (PBP). Dalam peraturan ini mewajibkan sekolah menanamkan Pancasila sebagai kebiasaan, bukan hanya pengetahuan.

Bentuk yang ditanamkan berupa kegiatan yang digelar rutin secara berkala. Mulai dari rutin harian, mingguan, bulanan hingga semester. Tak hanya dalam lingkunga sekolah, tapi juga turut melibatkan lingkungan sekolah sekitarnya.

“Kami menganjurkan untuk menghidupkan kembali gotong royong di sekolah. Misalnya piket kebersihan yang melibatkan siswa hingga warga sekitar,” jelasnya.

Alumni UGM ini juga menegaskan agar Pancasila tak hanya hidup di level individu. Pancasila sebagai idiologi bangsa sudah seharusnya menjadi pegangan moral publik. Ini untuk memposisikan Pancasila sebagai rujukan dalam beretika dalam masyarakat.

Kelima sila ini, menurut Anies, memiliki nilai-nilai yang wajib diterapkan dalam masyarakat. Banyaknya perseteruan horizontal selama ini juga tak lepas dari lemahnya pemahaman akan Pancasila. Terutama penanaman Pancasila yang diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dulu saat kita belajar kebanyakan yang ditanamkan Pancasila sebagai nilai individual. Padahal idealnya sebagai keadaban publik, karena kita juga hidup di masyarakat. Sehingga momentum lahirnya Pancasila ini sudah saatnya melihat milai-nilai Pancasila sebagai landasan moral di level publik dan juga kebiasaan,” ujarnya. (dwi/laz/ong)