KULONPROGO – Empat oknum anggota salah satu ormas pemuda di Kulonprogo ditahan polisi setelah melakukan aksi premanisme dan peng-aniayaan. Aksi itu mereka lakukan saat meminta sumbangan di sebuah rumah karaoke di Wates. Wakapolres Kulonprogo Kompol Nadreas Dede Wijaya menyatakan, keempat pelaku ditangkap Jumat (27/5).

“Mereka minta sumbangan. Namun ketika diberi dengan jumlah yang dianggap kurang, mereka marah. Kemudian melakukan penganiayaan terhadap pemilik karaoke,” katanya kemarin (31/5).

Nah, yang menjadi korban penganiayaan adalah Ketua Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) Kulonprogo Andy Septa. Keempat pelaku semua tercatat warga Wates. Sebelum melakukan penganiayan salah satu pelaku juga telah melakukan penganiayaan terhadap orang lain di sebuah warnet.

Dari pemeriksaan, pelaku tersinggung dengan ulah korban yang motor digeber sehingga terjadi cekcok mulut. Tery dan Agus kemudian pergi ke tempat kerjanya di warnet. Salah satu tersangka mengikuti, kemudian melakukan penganiayan di warnet tersebut.

“Untuk kasus penganiayaan akan dikenai pasal penganiayaan serta penghinaan. Sedangkan untuk penganiayaan di warnet dikenakan Pasal 170, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” katanya. (tom/din/ong)