HERI SUSANTO/RADAR JOGJA
KOMPAK: Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai (kiri) menerima rombongan Kadin Jogja, kemarin (31/5).
JOGJA – Partai Gerindra kian menjadi primadona banyak tokoh Kota Jogja yang ingin meramaikan bursa pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017. Hingga kemarin (31/5), total 10 orang mengam-bil formulir sebagai bakal calon (balon) wali kota melalui partai be-sutan Prabowo Subianto.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Jogja Aji Karnanto tercatat sebagai orang terakhir yang mengambil formulir untuk posisi balon wakil wali kota di kantor DPC Partai Gerindra setempat di Jalan Batikan.

Hanya, Aji tak hadir sendiri, melainkan di-wakili rekan-rekan seja-watnya dari Kadin.Saat dihubungi, Aji Karnanto mengaku se-dang berada di Solo untuk sebuah urusan.Dia mengaku, keikutsertaannya dalam pilwali atas dorongan para punggawa Kadin
Aji ditunjuk untuk mewakili kalangan pengusaha.

“Ya saya manut saja. Makanya, pengam-bilan formulir juga mereka yang mengambil,” katanya kemarin.

Aji menegaskan, meski formulir tidak diambil sendiri bukan berarti dirinya tidak serius ber-tarung pada pilwali. Bahkan, Aji berambisi lolos pendaftaran di partai berlambang garuda emas itu.

“Lolos dulu dong. Baru me-mikirkan nanti memenangkan hati masyarakat,” kelakar ketua Asosiasi Pengusaha Kontraktor Listrik Indonesia (APKLI).

Bukan tanpa alasan Aji di-daftarkan untuk meraih kursi balon wakil wali kota. Ternyata, Aji akan diduetkan dengan balon petahana Haryadi Suyuti (HS).

“Ada diskusi, Pak Haryadi meng-inginkan wakilnya pengusaha. Kebetulan saya yang didorong oleh teman-teman,” lanjutnya.

Subarja, anggota tim sukses Aji Karnanto, optimistis Gerindra bakal meloloskan pengusaha sukses tersebut.

Apalagi, Aji diklaim memiliki kedekatan dengan Keraton Jogjakarta. Ketua DPC Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai cukup apresiatif oleh banyaknya figur yang mempercayakan partainya sebagai kendaraan politik.

Gerindra merupakan satu-satunya partai politik yang mem-buka penjaringan kandidat wali kota dan wakil wali kota dari kader internal maupun eksternal. “Banyak yang malu-malu, jadi kami buka pendaftaran untuk mencari calon terbaik,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD DIJ itu menambahkan, nantinya semua balon yang telah mengam-balikan formulir akan men jalani fit and proper test. Untuk me-ngukur kemampuan mereka dalam memimpin Kota Jogja ke depan.

“Yang jelas tidak mungkin Partai Gerindra mengusung kucing dalam karung. Siapa yang me-miliki kemampuan, memiliki elektabilitas, itu yang akan di-usung,” tambahnya.

Adapun, sembilan nama lain yang mendaftar di Gerindra, antara lain, Agung, Haryadi Suyuti, KPH Wironegoro, Syauqi Soeratno, Heryawan Emir Nus-wantoro, Tomi Nursamsu, Sinar-biyatnujanat, Inung nurzani, dan Dadang Iskandar. (eri/yog/ong)