PT JASA RAHARJA FOR RADAR JOGJA
PEDULI: Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika didampingi Kanit Operasional Emil Feriansyah Latief menyerahkan santunan kepada ahli waris keluarga korban meninggal dunia Tragedi Tugu Pal Putih Jogja, Senin (30/5).
JOGJA – Tragedi maut Tugu Pal Putih, Minggu (29/5) pagi, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban meninggal, Joko Setiyono dan Tutik Sri Pujiati.

Sebagai bentuk ke-pedulian atas mu-sibah di Jalan Jenderal Soedirman tersebut, PT Jasa Raharja men-datangi rumah ke-luarga korban ke-esokan harinya, di Kampung Jatimulyo I/690, RT 24, RW 05, Tegalrejo, Kota Jogja, Senin (30/5).

Dipimpin I Ketut Suardika, jajaran PT Jasa Raharja DIJ tak sekadar berbelasungkawa. BUMN yang bergerak di bidang jasa asuransi itu juga menyerahkan santunan kepada ahli waris korban. Kehadiran rombongan Jasa Raharja disambut Hendro Cahyo Prasetyo, putra almarhum pasangan Joko dan Tutik
“Santunan ini disampaikan sesuai perintah undang-undang yang diamanatkan kepada lembaga kami,” tutur Suardika didampingi Kanit Opersional Emil Feriansyag Latief kemarin (31/5).

Nilai santunan sebesar Rp 50 juta. Masing-masing Rp 25 juta untuk dua korban.Hendro sangat apresiatif dengan kepedulian Jasa Raharja atas santunan yang diberikan.

Dana tersebut akan dipergunakan untuk keperluan pemakaman kedua orang tuanya. “Mewakili keluarga, kami berterima kasih kepada Jasa Raharja yang telah ikut mem-bantu meringankan beban atas musibah yang dialami kedua orang tua kami,” ungkapnya.

Selain menyambangi keluarga korban meninggal dunia, rom-bongan Jasa Raharja juga mem-besuk korban luka-luka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Suardika menya-takan bahwa korban luka juga berhak memperoleh santunan untuk biaya perawatan medis. Maksimal sebesar Rp 10 juta.

“Korban yang menjalani pera-watan tidak perlu memikirkan biaya. Kami sudah memberikan garansi letter kepada rumah sakit atas nama para korban,” jelas Suardika.

Sesuai komitmennya, PT Jasa Raharja mengutamakan pe-layanan jemput bola. Agar pen-cairan santunan bagi korban kecelakaan meninggal dunia berlangsung cepat dan tepat.

“Kami dan instansi pemerintah lainnya ikut membantu ke luarga almarhum untuk melengkapi persyaratan pencairan santunan. Seperti laporan polisi serta ke-lengkapan data identitas diri korban dan ahli waris,” paparnya. (mar/yog/ong)