BANTUL – Penyebab matinya ribuan ikan di Sungai Bedog mulai ada sedikit titik terang. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul Edy Mahmud menyatakan, Sungai Bedog telah ditetap-kan sebagai tempat pembuangan limbah pabrik gula Madukismo.

Pertimbangannya, limbah pabrik gula dinilai tidak membahayakan manusia. “Jika terlalu pekat bisa menimbulkan kematian beberapa jenis ikan karena kekurangan oksigen,” jelas Edy di komplek Parasamya, kemarin (31/5).

Kendati demikian, Edy enggan memastikan apakah matinya ikan di Sungai Bedog mur-ni karena limbah pabrik gula atau sebab lain. Sebab, jenis ikan yang banyak ditemukan mati bukan spesies yang hidup di sungai yang melintas di kecamatan Kasihan, Pajangan, dan Pandak tersebut.

“Yang banyak mati kan jenis gurame, nila, dan tawes. Saya nggak tahu itu ikan dari mana,” ucapnya.

Menurut Edy, ikan yang mati di Sungai Bedog Minggu (29/5) lalu aman dikon-sumsi. Nyatanya, hingga sekarang belum ada warga Guwasari, Pajangan yang ma-suk rumah sakit lantaran mengonsumsi ikan mati dari Sungai Bedog. “Matinya karena kekurangan oksigen,” jelasnya.

Demi pelestarian sungai, DKP berencana menabur benih ikan lele di Sungai Bedog. Jenis ini sengaja dipilih karena lebih tahan terhadap oksigen rendah. Tidak ada ikan lele mati ditemukan di Sungai Bedog. Minggu lalu, warga Guwasari, Pajangan ramai-ramai mencari ikan mati di Sungai Bedog untuk dikonsumsi. Diduga matinya ikan di Sungai Bedog karena keracunan lim-bah pabrik gula Madukismo. (zam/din/ong)