HERU PRATOMO/RADAR JOGJ
KAYA PENGALAMAN:Ichsanuri didampingi istrinya, Trika Wismiranti, di hari terakhir masa tugasnya sebagai Sekprov DIJ kemarin (31/5)

Ingin Gemukkan Badan, Tuntaskan Hobi Bermain Game

Lebih seperempat abad dihabiskan untuk mengabdi kepada negara cukup membuat Ichsanuri banyak makan asam garam dunia pemerintahan. Kini, setelah lima tahun menjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ, Ichsanuri memasuki masa purna tugas
HERU PRATOMO, Jogja
BELUM ada rencana dalam benak Ichsanuri untuk hari-harinya di masa pensiun. Berjuang 36 tahun menjadi pegawai negeri sipil (PNS) tentu cukup melelahkan.

Karena itu, Ichsanuri pilih rehat dari dunia politik dan pemerintahan untuk sementara waktu. Dia belum me-nentukan kegiatan apa yang bakal dilakoni untuk menyibukkan diri.

“Istirahat dulu menggemukkan badan,” canda sosok yang pernah ditunjuk sebagai penjabat Guber-nur DIJ selama sembilan jam pada 2012 itu.

Hari terakhir Ichsanuri menjadi Sekprov DIJ justru banyak di-habiskan di udara. Kemarin (31/5), Ichsanuri seharusnya dijadwalkan menghadiri rapat paripurna di DPRD DIJ
Karena pesawat yang di-tumpanginya terlambat landing di Bandara Adi Sutjipto, Ichsanuri batal hadir dalam rapat terakhir-nya sebagai pejabat.

“Seharusnya pukul 10.50 sudah mendarat. Tapi tadi saya hitung 45 menit hanya putar-putar di udara. Ngono kok ora butuh bandara anyar,” ujar Ichsan, begitu sapaan akrabnya, saat ditemui di ruang kerja di Ke-patihan.

Ichsan pun tetap tak bisa ber-santai menjalani hari terakhirnya berkantor di Kepatihan. Begitu mendarat, Ichsan langsung menghadap Gubernur DIJ Ha-mengku Buwono (HB) X.

Per temuan kedua sosok penting di Jogjakarta itu tak berlangsung lama. Bahkan, Ichsan masih sempat memimpin rapat dengan Asisten Sekprov Bidang Ke-istimewaan Didik Purwadi dan Parampara Praja. Termasuk me-layani koleganya yang me-nyambanginya di kantor.

Beragam prestasi membawa Ichsanuri menjalani pensiun secara husnul khotimah, mengakhiri tugas dengan baik. Kesan baik terlontar hampir sebagian besar koleganya di Kepatihan. Kata maaf pun seolah tak pernah lelah diucapkan Ichsanuri bagi para koleganya.

Termasuk kepada para awak media yang kerap “merecokinya” di tengah kesibukan memimpin sekretariat daerah DIJ.

“Sorry yo, nek ono salah,” ujar Ichsan yang menjabat Sekprov DIJ sejak 7 November 2011.Tak lupa, Ichsan juga sempat meminta maaf kepada HB X.

“Saya sudah menyampaikan ke Ngarso Dalem, minta maaf kalau belum sesuai harapan beliau,” ujar pria yang tahun ini berusia 61 tahun itu.

Bagi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) DIJ Bambang Wisnu Handoyo, Ichsanuri adalah sosok teman sekaligus lawan. “Beliau adalah teman yang baik, sekaligus lawan diskusi yang baik,” ujarnya seusai bertemu Ichsan.

Kepada penerusnya, siapa saja yang ditunjuk, Ichsan berharap tetap bisa melayani gubernur maupun wakil gubernur secara baik. Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat DIJ.Kendati demikian, Ichsan menolak memberi arahan pada penggantinya kelak karena merasa sudah tidak punya ke-wenangan.

“Ya, berkarya seba-gai PNS me laksanakan tugas sebaik-baiknya,” ujar ayah empat anak itu.

Trika Wismiranti adalah salah seorang yang menyambut bahagia purna tugas Ichsan.

Ya, Trika adalah isteri yang selalu setia mendampingi Ichsan di saat suka maupun duka. Harapan agar Ichsan bisa menggemukkan badan setelah pensiun me-rupakan salah satu impian Trika. Menurut Trika sejak menjadi Sekprov DIJ, suaminya tampak lebih kurus.

“Sampai turun 10 kilogram,” ucap Trika yang seharian kemarin mendampingi suaminya menuntaskan tugas terakhir.

Mendengar itu, Ichsan pun menimpali, “Bertahan seperti ini saja, enak dibuat jalan, enjoy”.

Menjadi isteri seorang Sekprov DIJ, lanjut Trika, justru tidak seberat saat Ichsan masih men-jadi staf di Biro Keuangan. Ketika itu, Ichsan sempat tidak pulang selama dua hari, sehingga dirinya berinisiatif mengajak anaknya ke kantor mencari bapaknya.

“Memang bapaknya lembur di kantor, diyakinkan pimpinannya bapak tidak aneh-aneh. Dulu, kan komunikasi belum semudah sekarang,” kenang besan Kepala Disperindag DIJ Budi Antono itu.

Trika pun sangat bangga sua-minya bisa menyelesaikan tugas dengan baik. Meskipun, sempat terlintas kekhawatiran oleh banyaknya pejabat yang mengakhiri hidup dipenjara karena terjerat kasus hukum. Karena itulah Trika tak pernah menuntut hal yang aneh-aneh kepada suaminya. Sikap itu sebagai bentuk dukungan agar suaminya tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya.

“Bapak dari dulu orang seder-hana. Itu juga yang membuat saya suka,” ujarnya disambut tawa oleh Ichsan.

Kesibukan Ichsan pula yang membuatnya jarang memiliki waktu berkumpul dengan ke-luarga. Apalagi, Ichsan bukan seorang yang suka jalan-jalan. Jika disuruh menentukan, lanjut Trika, suaminya itu pasti akan memilih bermain game daripada jalan-jalan. “Hiburannya, ya, main game, kalau diajak ke mal malah pusing,” ungkapnya. (yog/ong)