BANTUL – Bahagia dan sehat. Itu salah satu kunci rahasia kelompok lanjut usia (lansia) dapat berusia panjang. Dua orien-tasi itu pula yang dibidik Dinas Sosial (Din-sos) Bantul untuk memberdayakan kelom-pok lansia di Bumi Projotamansari.Plt Kepala Dinsos Bantul Mahmudi mene-gaskan, harapan usia hidup di Bantul Saat ini mencapai 71 tahun.Itu meningkat di-banding tahun sebelumnya. Peningkatan ini tidak terlepas dari kiat Dinsos ‘menyenang-kan’ kelompok lansia dengan seabrek program. Program-program itu di antaranya arisan, senam lansia, pemberian pelatihan, pe ngajian hingga pemeriksaan kesehatan secara berkala. “Mereka itu senang kalau diajak kumpul-kumpul. Bisa kangen-kangenan,” jelas Mahmudi di sela acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (Halun) Nasional ke-20 di Pendopo Parasamya Senin(30/5).Saking senangnya, kelompok lansia ini ber-sedia membeli seragam sendiri sebagai iden-titas asal-usul kelompok mereka. Menurut Mahmudi, setiap kelurahan, bahkan pedu-kuhan ada semacam paguyuban kelompok lansia.Melalui kelompok-kelompok kecil inilah program pemberdayaan lansia berjalan. Kendati demikian, Dinsos tak sendiri mem berdayakan mereka. Ada beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang terlibat. Dinsos menggandeng Kantor Pe-muda dan Olahraga ketika mengagendakan senam lansia. Pemeriksaan kesehatan dengan Dinkes.Mahmudi mengingatkan, seabrek kegia-tan bagi lansia ini penting.Mengingat, kelompok lansia akan justru terpuruk ke-tika pasif tanpa kegiatan. Kondisi ini akhir-nya memengaruhi psikis. Gilirannya kese-hatannya pun bakal terganggu.Mahmudi menyebutkan, jumlah kelompok lansia se-Bantul sekitar 110 ribu orang. Dari jumlah itu, 3.000 di antaranya masuk kategori produktif. Lainnya kelompok lan-sia penyandang cacat bawaan lahir sekitar 500 orang. Telantar 500 orang. “Sisanya non produktif,” sebutnya.Mahmudi tak menampik jumlah kelom-pok lansia non produktif sangat banyak. Nah, untuk menarik mereka Dinsos meng-gandeng kelompok lansia produktif. Dengan pendekatan ini Mahmudi optimistis kelom-pok lansia non produktif bakal terpancing minatnya. “Yang terlantar kami beri ban-tuan Rp 200 ribu per bulan. Difabel Tp 300 ribu per bulan,” ucapnya. (zam/din/ong)