ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
KREATIF: Anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan Pundong dengan kreasi makanan yang memanfaatkan bahan baku lokal.

Tantang Sajikan Hidangan Lokal Yang Memancing Selera

Kampanye bahan pangan lokal tak cukup hanya dengan semangat. Lebih dari itu, dibutuhkan ide-ide kreatif melahirkan menu olahan yang menggoda lidah. Gelaran lomba memasak salah satu caranya.

ZAKKI MUBAROK, Bantul
TIDAK dapat disangkal fakta bahwa ma-syarakat Indonesia masih ‘kecanduan’ gan-dum. Berbagai kue dan jajanan olahan di sekitar kita mayoritas berbahan baku gandum. Juga, sebagian makanan pokok yang kita konsumsi. Sebut saja mi.

Tapi, jarang yang sadar bahwa bahan baku berbagai kue, ja-janan olahan, dan makanan pokok itu barang impor. Barang yang tidak dapat diproduk-si di Indonesia.Padahal, banyak bahan baku kue, jajanan olahan, dan makanan pokok yang dihasil-kan para petani lokal.

Sayangnya, bahan baku berupa tepung yang dihasilkan dari ubi kayu, ubi jalar, dan ubi ungu ini kalah popular. Sehingga kurang diminati.Nah, untuk mengkampanyekan bahan pangan lokal ini Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Selasa (31/5) lalu menggelar lomba maka-nan antar tim penggerak PKK se-Bantul.

“Tujuannya juga untuk mengurangi konsum-si gandum,” jelas Kepala BKP3 Bantul Pulung Haryadi di sela lomba.

Pulung menilai, lomba ini tidak sekadar pertandingan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, para peserta yang seluruhnya ibu rumah tangga ini dituntut dapat mengo-lah sekaligus menyajikan berbagai jenis ma-kanan dan minuman berbahan baku lokal dengan tampilan menarik. Sekaligus lengkap.

Syarat menarik dan lengkap bukan tanpa alasan. Menurut Pulung, kurang popularnya bahan pangan lokal ini karena menu ma-kanan yang diolah hanya itu-itu saja.

Kesan-nya monoton dan kurang menggoda lidah. Dengan adanya lomba ini, Pulung berha-rap lahir banyak pilihan menu dan minuman berbahan baku lokal yang dapat memancing selera. Plus layak jual.

Ya, Erna Kusmawati selaku ketua tim peng-gerak PKK Bantul terjun langsung menjadi juri. Pulung menambahkan, bahan baku pangan lokal seperti tepung Mokaf mudah dapat. Tepung dari ubi kayu ini bisa dipero-leh di sentra produksi mi lethek dan mides.

Seperti Srandakan, dan Pundong.Sebanyak 17 peserta lomba menyajikan menu hidangan andalannya masing-masing. Tim penggerak PKK Kecamatan Sewon, misalnya. Mereka menyajikan menu omlet jagung untuk hidangan sarapan. (din/ong)