HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
Kepala Dindik Kulonprogo Sumarsana
KULONPROGO-Tahun ajaran (TA) 2016/2017, sebanyak 25 persen sekolah di setiap jenjang SD hingga SMA/SMK sederajat di Kulonprogo akan menerapkan Kurikulum 2013. Saat ini, Dinas Pendidikan tengah menyiapkan sekolah-sekolah yang bakal ditunjuk sebagai penyelenggara.

Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sumarsana mengatakan, sejuah ini baru 20 sekolah yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Jumlah itu masih sedikit jika dibandingkan dengan total sekolah negeri dan swasta di Kulonprogo yang lebih dari 450 sekolah. “Kalau persentasenya baru sekitar empat persen. Arahan pemerintah pusat, harus ditambah hingga mencapai 25 persen pada tahun ajaran baru mendatang,” kata Sumarsana Selasa (31/5).

Menurutnya, berdasarkan data Dinas Pendidikan Kulonprogo, jumlah sekolah di Kulonprogo yakni 369 SD/MI, 78 SMP/MTs, dan 57 SMA/SMK/MA. Sementara revisi muatan Kurilukum 2013 telah selesai dilakukan pemerintah pusat. Semua sekolah nantinya akan diminta menerapkan kurikulum itu secara bertahap hingga 2020 nanti. “Saat ini kami sedang fokus memastikan kesiapan sekolah-sekolah yang telah ditunjuk,” jelasnya.

Sumarsana berharap, Pemkab Kulonprogo siap menjalankan kebijakan itu. Dia berharap penerapan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016/2017 berlangsung lancar dan bisa mendukung rekomendasi penambahan jumlah sekolah penyelenggara di tahap berikutnya.

Kepala SD Negeri 2 Wates Nuri Mahayati mengungkapkan, sekolahnya sudah menerapkan Kurikulum 2013 sejak 2014 lalu. Namun akhirnya kembali ke kurikulum 2006 berdasarkan keputusan dan hasil evaluasi pemerintah pusat. Saat itu, hanya tersisa beberapa sekolah yang kemudian menjalankan tugas sebagai pilot project. “Kami siap jika kembali ditunjuk untuk menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2016/2017 nanti. Siswa kelas I dan IV bakal mengikuti proses pembelajaran sesuai kurikulum baru itu,” ungkapnya.

Menurutnya, tenaga pendidik di SD Negeri 2 Wates tidak akan mengalami kendala berarti dalam perubahan metode pembelajaran. “Tinggal menyesuaikan saja, dan penyempurnaannya bisa sambil jalan,” ujarnya.(tom/din/ong)