GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
PENUH SEMANGAT: Kirab Pancasila guna menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan memiliki Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara.
JOGJA – Hari lahirnya Pancasila, 1 Juni, dirayakan secara meriah oleh masyarakat Jogjakarta, Rabu sore (1/6). Kirab yang diikuti 37 kelompok ini me-libatkan hampir ribuan peserta yang berjalan di sepanjang kawasan Malio-boro. Mulai dari unsur TNI-Polri hingga komunitas dan masyarakat seni budaya Jogjakarta
Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono menilai, pengamalan Pancasila sangatlah penting. Terutama nilai-nilai pada setiap silanya dapat dijadikan pegangan teguh.

“Lahirnya Pancasila bersumber pada kearifan di Indonesia. Hingga akhirnya menjadi dasar negara yang menaungi kebera-gaman Indonesia,” katanya di-temui seusai Kirab Pancasila kemarin.

Dia juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat mengamalkan Pancasila. Tidak hanya sekadar sebagai hafalan dan pengetahuan saja. Terlebih, dalam setiap silanya tertuang pranata moral dan sosial dalam masyarakat. “Amalkan,” tandasnya.

Jenderal bintang satu ini menga-jak agar masyarakat juga turut menangkal gerakan radikal. Terutama yang berujung pada sudut pandang ideologi negara. Ini pula yang dituangkan dalam kamus Pancasila yang turut di-bagikan selama Kirab Pancasila berlangsung.

“Tentunya tak hanya menjadi tugas masyarakat, tapi juga ja-jaran pemerintahan. Dalam kamus yang kami bagikan sudah jelas makna dan nilainya. Harapannya tidak ada lagi upaya memecah belah masyarakat melalui konflik horizontal,” jelasnya.

Tri Mulyono juga memandang Jogjakarta sebagai daerah yang menjunjung tinggi Pancasila. Ini tercermin dalam kehidupan bermasyarakat dengan ragam multikulturnya. Salah satunya, kehidupan gotong royong yang dicerminkan dalam sila ketiga Pancasila.

“Suasana gotong royong guyub rukun di Jogjakarta itu sangat-lah kuat. Masyarakat dapat hidup harmonis meski dengan perbedaan yang ada. Ini sewa-jibnya dipertahankan dengan menguatkan landasan diri dan moral dalam bermasyarakat,” katanya.

Dia berharap agar Kirab Panca-sila ini dapat berlangsung rutin. Tidak hanya melibatkan unsur TNI-Polri tapi juga elemen masyarakat lainnya. Seperti da-lam kesempatan ini juga hadir bregada yang mewakili seni kebudayaan Jogjakarta.Dia mengapresiasi keterlibatan peserta kirab yang datang se-cara sukarela.

Sebab, awalnya Korem 072 Pamungkas selaku penyelenggara hanya membe-rikan imbauan.

“Kami sudah mengusulkan ke pemerintah daerah agar menjadi program rutin tahunan. Apalagi presiden sudah menentukan 1 Juni seba-gai hari lahirnya Pancasila,” katanya. (dwi/ila/ong)