HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MENGADU: Warga Pedukuhan Blubuk, Desa Sendangsari dan Pedukuhan Clapar, Desa Hargowilis Kecamatan Kokap saat mengadu ke DPRD Kulonprogo, Selasa (31/5).
KULONPROGO-Warga Pedukuhan Blubuk, Desa Sendangsari dan Pedukuhan Clapar, Desa Hargowilis Kecamatan Kokap resah dan mengadu ke dewan, Selasa (31/5). Mereka meminta solusi kepada dewan dan SKPD terkait atas kerusakan jalan akibat aktifitas penambangan batu andesit. Kedatangan mereka ditemui Wakil Ketua DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono bersama anggota Komisi II dan Komisi III.

Purwanto, perwakilan warga menjelaskan, Jalan Clereng–Clapar sepanjang tiga kilometer saat ini kondisinya rusak parah. Penyebabnya karena selalu dilewati truk-truk pembawa batu andesit. Menurutnya, warga sudah menyampaikan protes dan meminta pihak penambang (PT Harmak Indonesia) bertanggungjawab. Namun sampai saat ini tidak ditanggapi. “Hampir semua bagian jalan berlobang. Jumlah truk lebih dari 50 unit per hari. Tonase bisa mencapai 13 ton,” jelasnya.

Warga lain Sukijan menambahkan, saat awal proses penambangan, warga sempat mengadakan pertemuan dan menghasilkan kesepakatan bersama PT Harmak Indonesia. Di antaranya penambang akan memperbaiki jalan jika rusak akibat aktifitas kendaraan pengangkut batu.

Selain itu, penambang menyatakan akan memroses pengolahan batu di lokasi penambangan. Namun kenyataannya, kesepakatan itu tidak terealisasi. “Jalan yang rusak tidak pernah diperbaiki, dan hasil penambangan diolah di luar daerah,” imbuhnya.

Kerusakan jalan itu juga sempat membuat warga Blubuk dan Clapar menjadi tak harmonis. Sempat terjadi saling tuduh. Warga Blubuk berpendapat yang menyebabkan kerusakan jalan adalah warga Clapar, karena lokasi penambangan ada di Clapar. “Ini sangat mengkhawatirkan,” imbuh Sukijan.

Ketua Komisi II DPRD Muhtarom Asrori mengusulkan, sebaiknya jalan tersebut ditutup sementara. Selanjutnya, jalan dibuka kembali jika penambang sudah memperbaiki jalan yang rusak. Artinya, jalan yang menghubungkan Desa Clereng Kecamatan Pengasih dan Desa Clapar Kecamatan Kokap ditutup sementara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Sukoco menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya kan memanggil para penambang yang melewati jalan tersebut untuk membicarakan penutupan jalan. “Kami hanya akan menutup jalan. Kalau menutup penambangan itu bukan wewenang DPU,” ujarnya. (tom/din/ong)