GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
ADUKAN NASIB: Sejumlah jukir TKP ABA beraudiensi ke DPRD Provinsi DIJ terkait persoalan tuntutan jaminan hidup yang akan segera berakhir, Rabu (1/6).
JOGJA – Relokasi parkir sisi timur Malioboro ke Tempat Parkir Khusus (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) masih menimbulkan persoalan. Para juru parkir (jukir) mengeluhkan pendapatan yang turun serta jaminan hidup (jadup) yang akan berakhir 4 Juni nanti. Sesuai dengan jadwal, kompensasi sebesar Rp 50 ribu yang di terima jukir Malioboro berhenti
Sebab, sesuai dengan angga-ran di dana keistimewaan (danais) kompensasi itu hanya berlang-sung selama dua bulan, sejak April silam. Beberapa jukir di ABA mela-kukan aksi di DPRD DIJ.

Me-reka mendesak Pemkot Jogja tak lepas tangan terhadap masalah yang menimpa mereka. Sebab, sampai saat ini pendapatan yang mereka terima belum sesuai seperti saat masih di sisi timur Malioboro.

“Kalau dibandingkan dengan di Malioboro dulu jelas turun. Di ABA sekali sif siang saja se-karang paling hanya Rp 25 ribu,” ujar perwakilan Paguyuban Ju-kir Malioboro Sigit Karsana Putra, kemarin (1/6).

Terkait jaminan hidup Rp 50 ribu per hari per orang yang akan habis tepat pada 4 Juni menda-tang, para jukir berharap adanya kebijakan baru dari Pemkot Jogja. Pihaknya berharap paling tidak ditambah dua bulan.

” Syukur bisa hingga akhir tahun 2016 agar kami bisa bernapas dahulu,” tuturnya.

Untuk menambah pendapatan salah satu yang diusulkan ada-lah dengan memanfaatkan lan-tai tiga sebagai pusat kuliner. Hingga saat ini, lantai tiga TKP ABA belum dimanfaatkan.

Upaya tersebut, menurut Sigit, bisa menjadi opsi untuk membantu para jukir memperbaiki pereko-nomian pascarelokasi. Terlebih mulai 4 Juni nanti jaminan hidup akan berakhir
. “Praktis jukir hanya akan mengantongi Rp 500-600 ribu tanpa jadup ini sangat jauh dari UMR,” ujarnya.

Ketua DPRD DIJ Yoeke Indra Agung Laksana yang menemui jukir mengaku akan mengako-modasi harapan jukir. Di anta-ranya dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk menjelaskan persoalan parkir di TKP ABA. “Sesuai desain awal parkir ABA itu juga harus mensejahterakan jukir,” ujarnya.

Terpisah, Wali Kota Haryadi Suyuti menjelaskan, kompen-sasi itu bukan dihentikan. Pi-haknya tak pernah menghenti-kan kompensasi bagi jukir. Tapi, memang secara teknis adminis-trasi, kompensasi itu hanya berlaku selama dua bulan. “Kami saat itu hanya alokasikan selama dua bulan,” kata HS, sapaannya, kemarin.

HS mengaku, kondisi tersebut memberatkan bagi jukir di TKP ABA. Apalagi, kondisi di lapangan, masyarakat terutama karyawan toko dan pedagang di Malio-boro belum menggunakan ABA untuk parkir.

“Sudah ada laporan terkait aspirasi para jukir yang meng-hendaki adanya perpanjangan kompensasi,” jelasnya.

Hanya, secara administratif hal itu belum bisa diwujudkan hingga saat ini. HS memastikan, jika pemerintah tidak akan lepas tangan terhadap kondisi sosial ekonomi para jukir.

“Pasti akan kami perhatikan aspirasi dari kawan-kawan. Ti-dak mungkin kami membiarkan begitu saja,” jamin HS.

Asisten Sekda Bidang Pemerin-tahan dan Perekonomian Aman Yuriadijaya menambahkan, dalam kurun waktu dua hingga tiga hari ke depan diharapkan sudah muncul formula baru. Pihaknya mengaku masih in-tensif mencari solusi tepat demi kepentingan semua pihak.

“Kami butuh waktu. Tidak ha-nya untuk satu pihak, tapi semua pihak. Yang jelas akan ada formula baru,” katanya.

Dia menambahkan, untuk pe-rumusan formula tersebut, pi-haknya juga perlu melibatkan kalangan DPRD Kota Jogja. Se-hingga, berbagai alternatif yang sudah dipetakan pemerintah akan dikonsultasikan ke dewan supaya ikut mengawal serta memberikan masukan.

“Kami tidak akan sendiri. Ka-mi libatkan semua pihak. Agar, solusinya bisa diterima semua pihak,” tuturnya.

Hasil dari konsultasi itu akan dikonsolidasikan secara internal, melibatkan berbagai instansi terkait, baru kemudian disosia-lisasikan ke para jukir. Pihaknya meminta supaya para jukir se-gera membentuk sebuah pagu-yuban atau koperasi sebagai induk pengelolaan.

“Pemkot tidak akan melakukan intervensi dalam pembentukan paguyuban tersebut supaya an-tarjukir terjalin konsolidasi,” katanya. (pra/eri/ila/ong)