SLEMAN – Kasus Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sempat menghebohkan di awal 2016, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Dalam sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan itu, dihadirkan dua terdakwa yang membawa kabur dr Rica yaitu Eko Purnomo dan Veni Orinanda
Kepada dua terdakwa, jaksa Nur-hayati SH dan Slamet Supriyadi SH menerapkan dua pasal pen-culikan dan membawa lari orang. “Kedua terdakwa didakwa melang-gar Pasal 328 KUHP tentang pen-culikan junto Pasal 332 ayat 1 Ke-2 KUHP tentang membawa lari orang dewasa dan Pasal 55 ayat 1 KUHP,” kata Nurhayati, Rabu (1/6).

Dia juga meyakini, dakwaan tersebut telah disusun secara cermat dan tepat. Dalam surat dakwaan diketahui kedua ter-dakwa berperan dalam pencu-likan dr Rica di Dusun Karang-sari, Wedomartani, Sleman menuju Kalimantan Barat. Ke-mudian menuju Kalimantan Tengah. Mereka pergi meng-gunakan pesawat melalui ban-dara Adisutjipto Jogjakarta.

“Bukti-bukti dan saksi yang menguatkan dakwaan tersebut juga akan siap dihadirkan pekan depan,” lanjutnya.

Sementara itu, satu terdakwa lainnya saat ini masih disiapkan berkas-berkasnya dan dalam waktu dekat juga disidangkan. Terdakwa atas nama Sigit ter-sebut ditangkap Polda DIJ sete-lah Eko dan Veni pada Februa-ri 2016 lalu.

Polisi menangkap Sigit berdasarkan pesan singkat yang berhasil dibuka petugas dari ponsel Eko dan Veni. Di dalam ponsel tersebut dida-pati komunikasi antara ketiganya terkait dr Rica. Dokter perem-puan dengan satu anak itu se-belumnya dilaporkan hilang oleh suaminya pada akhir Desember 2015.

Pencarian tersebut mem-buka tabir organisasi Gafatar yang ternyata telah memerintah-kan ribuan anggotanya pindah ke Kalimantan. (riz/ila/ong)