Bahana/Radar Jogja
KITA BISA: Para siswa atau anak berkebutuhan khusus (ABK) dari lima kabupaten/kota saat mengikuti “Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIJ” di Lapangan Pemkab Sleman, kemarin (1/6).

Gelar Festival dan Lomba, Dorong Optimistis Menatap Masa Depan

Keberadaan siswa berkebutuhan khusus memiliki status yang sama dalam mengeyam pendidikan. Bahkan, mereka pun memiliki kesempatan untuk unjuk kebolehan di depan umum.

BAHANA, Sleman
Lapangan Pemkab Sleman mulai pagi kemarin (1/6) cukup ramai. Berbagai jenis suara menyeruak di sekitar lapangan. Sejumlah siswa unjuk kebolehan, mulai dari seni tarik suara hingga pertunjukan menari.

Namun jangan salah, mereka yang unjuk kebolehan ini bukan murid biasa pada umumnya. Mereka adalah para siswa atau anak berkebutuhan khusus (ABK). Meski berkebutuhan khusus, keterampilan mereka dalam unjuk kebolehan tidak bisa dianggap remeh.

Festival, lomba dan gelar siswa pendidikan khusus dan layanan khusus DIJ, secara resmi dibuka Wakil Bupati Sri Muslimatun, yang ditandai pemukulan gong didampingi kepala Dinas Pendidikan DIJ Kadarmanto Baskoro Aji dan kepala Dikpora Sleman Arif Hariyono.

Baskara Aji menyampaikan, maksud dan tujuan acara ini untuk menggali dan melestarikan seni budaya, membina dan meningkatkan kreativitas. Selain itu mewujudkan perluasan dan pemerataan pembinanaan dan pengembangan bakat dan prestasi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ada 170 siswa dari 34 cabang lomba diikuti siswa dari lima kabupaten/kota se-DIJ, selama dua hari. Tiga cabang lomba yaitu FLS2N meliputi menyanyi, melukis, baca puisi, menari, design grafis, MTQ dan pantonim. O2SN meliputi balap kursi roda dan catur turna netra. Lomba keterampilan meliputi tata boga, merangkai bunga, membatik, kecantikan, IT, hantaran dan modeling.

“Diharapkan dengan kegiatan ini, para ABK tetap optimistis meski memiliki keterbatasan. Dan mereka mampu menunjukkan prestasi,” jelasnya.

Wabup Sri Muslimatun memberikan apresiasi dan sangat mendukung sepenuhnya atas terlaksananya kegiatan Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIJ ini. Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya, serta menjadi sarana mengasah dan meningkatkan kreatifitas.

Anak-anak berkebutuhan khusus, jelasnya, memiliki potensi dan keunggulan yang luar biasa dan berbeda dengan anak-anak lainnya. “Mereka diberikan karunia khusus, sehingga tidak boleh diremehkan,” jelasnya.

Dia memaparkan, ABK di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 977 anak terdiri atas 564 anak lak-laki dan 413 anak perempuan. Jumlah ini perlu menjadi catatan untuk membekali mereka dengan berbagai kemampuan dan keterampilan, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki daya juang tinggi.

Selain mengasah potensi siswa, dia berharap siswa-siswa pendidikan khusus dan layanan khusus juga mendapatkan pendidikan karakter. Sehingga para siswa ini memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat, serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.

“Dalam keterbatasan, anak-anak berkebutuhan khusus diharapkan terus memotivasi diri, untuk menatap masa depan yang terbentang luas,” tandas wabup. (laz/ong)