JOGJA – Axiata Group Berhad (Axiata) mengumumkan hasil tidak diaudit untuk kuartal pertama 2016. Grup melihat kinerja positif, di tengah meningkatnya tekanan pasar yang kompetitif.

Pada kuartal pertama, group menantang semua perusahaan usaha Grup (OpCos) meningkatkan pertumbuhan pendapatannya. Berkat kegigihannya, kinerja menunjukkan pertumbuhan bagus. Semua itu didukung agenda transformasi. Di sisi lain, grup diuntungkan adanya kenaikan forex, akibat melemahnya ringgit.

“Total pendapatan untuk grup tumbuh 5,4 persen menjadi 5 miliar ringgit Malaysia (RM). Sementara EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) naik 7,7 persen ke 1,9 miliar RM. Terutama dari pelonggaran biaya,” kata Ketua Axiata Tan Sri Dato ‘Azman Hj. Mokhtar kemarin (1/6).

Ditambahkan, margin EBITDA sebesar 37,4 persen. Ini menjadi yang tertinggi dalam tujuh kuartal terakhir. Semua itu disumbang tiga anak perusahaan. Yaitu, XL, Dialog, dan Smart. “Kelompok ini memberi pendapatan dan EBITDA yang bagus, ” katanya.

Sedangkan Presiden dan Group Chief Executive Officer Axiata Dato ‘Sri Jamaludin Ibrahim mengatakan, dalam kuartal pertama menunjukkan hasil yang beragam. Lewat XL, Dialog, dan Smart, kinerjanya cukup baik. Sementara kinerja Celcom lebih rendah. Namun, saya senang ada banyak tanda positif. Secara agresif, Celcom meluncurkan situs LTE, termasuk sejumlah produk dan layanan data yang kompetitif dan menarik selama dua bulan terakhir,” paparnya.

Dato ‘Sri Jamaludin Ibrahim meyakini, dengan inisiatif tersebut, Celcom akan kembali ke jalur yang telah ditentukan oleh perseroan.

“Kinerja XL terus memperkuat dan meningkatkan, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan EBITDA Group dan marjin EBITDA sebagai agenda transformasi tetap tegas di jalur dan efektif. Hal yang sama, Dialog dan Smart melanjutkan momentum pertumbuhan positif dengan memperbaiki double digit dalam laporan keuangannya,” katanya.

Ia mengaku, neraca keuangan XL yang sehat. Sebagai group, Axiata telah mengumumkan pengeluaran belanja modal terbesar selama 2016. Terutama untuk investasi dalam data. Semua strategi tersebut dilakukan untuk merebut mobile data di semua pasar, di Axiata beroperasi ,” katanya.

Saat ini, PATAMI (laba setelah pajak dan hak minoritas) berada di 368 juta RM. Ini dipengaruhi biaya bersih keuangan yang lebih tinggi dan meningkatnya biaya penyusutan yang timbul dari belanja modal.(*/hes/ong)