YOGI ISTI PUJIAJI/RADAR JOGJA
DEDIKASI: Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun (duduk di kursi roda) didampingi Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit saat memberikan bantuan kredit modal bagi pelaku usaha UMKM.

SLEMAN- Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mendorong Bank Sleman, sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) untuk lebih memperhatikan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sebab, tak sedikit usaha rumah tangga kesulitan modal untuk pengembangan. Selain diminta menyiapkan program khusus, juga kemudahan akses.

“Supaya bisa menjadi contoh bagi pihak lain dalam upaya memajukan UMKM,” ujarnya kemarin (1/6).

Muslimatun melihat progres perusahaan pelat merah itu dalam menyokong sector riil. Namun, orang nomor dua di Bumi Sembada itu meminta agar dukungan sector UMKM selalu ditingkatkan setiap tahun. “Selain UMKM, sektor pendidikan juga penting,” tuturnya.

Sebaliknya, Muslimatun mengimbau para pelaku usaha mikro memanfaatkan kesempatan kredit sebaik-baiknya. Disikapi dengan keseriusan pengembangan usaha. Sementara, dalam bidang pendidikan Pemkab Sleman berupaya meningkatkan akses masyarakat untuk menjangkau usia dini. Juga pendidikan dasar, menengah, dan nonformal secara berkualitas.

Caranya dengan menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, serta pengembangan kompetensi tenaga kependidikan dan sistem pendidikan. Nah, terkait hal itu, Muslimatun mengimbau para pelaku usaha, khususnya BUMD di Sleman turut berperan serta.

Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit menyikapi kebijakan pemerintah dengan menggelontor kredit modal kerja tanpa bunga bagi 100 UMKM. Jumlah sasaran disesuaikan dengan semangat 100 Tahun HUT Kabupaten Sleman. Selain itu, pihaknya juga meluncurkan program Kredit Usaha Bank Sleman (KUBS) dengan bungan 9 persen per tahun.

“Masih ada lagi kredit ringan seperti Krisan (kredit sepisan) dan Krido (kredit kepindo) yang cukup menarik,” ujarnya disela diskusi panel literasi dan manajemen keuangan UKM dengan nara sumber utama Agus Prayitno dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIJ.

Di sisi lain, dalam upaya mendukung kebijakan pendidikan juga telah diserahkan beasiswa untuk 100 pelajar. Siswa SD sebesar Rp 750 ribu, SMP Rp 1 juta, dan SMA Rp 1,25 juta.(yog/ong)