ADI DAYA PERDANA/RADAR JOGJABAHAN MERCON: Petugas dari Polres Magelang menunjukkan bahan peledak yang disita dari tangan M. Rizal, petani di lereng Gunung Sumbing. Pelaku berdalih itu bahan untuk pembuatan mercon yang akan dijual menjelang Lebaran.MUNGKID – Seorang petani di lereng Gunung Sumbing M. Rizal, ditangkap petugas Polres Magelang. Pria 35 tahun ini diketahui menguasai dan meyimpan bahan peledak berupa obat petasan. Pe-tugas menyita 48,3 kilogram bahan pem-buat mercon.Barang bukti itu terdiri atas 10 bungkus belerang, per bungkusnya 1 kg, 27 bung-kus belerang masing-masing bungkus 3 ons, 23 bungkus potasium masing-masing dikemasi 1 kg dan 11 bungkus brom ke-masan masing-masing 2 ons. Selain itu, dua lembar kertas sumbu, dua plastik alas untuk mencampur, ayakan, timbangan dan 1,5 kg obat mercon sudah jadi.Bahan pembuat mercon itu disimpan pelaku di bawah tempat tidurnya.Pelaku mengaku membeli bahan pem-buat mercon itu di Pasar Ngablak. Har-ganya sekitar Rp 1,6 juta. Sesuai rencana, bahan mercon akan dibuat petasan men-jelang Lebaran mendatang. “Kalau ada yang membeli, ya saya jual Rp 200.000. Bahan ini saya beli dari se-seorang di Pasar Ngablak,” kata pelaku saat di Mapolres Magelang, Jalan Soekar-no-Hatta, Mungkid, kemarin (1/6).Ia mengatakan, memperoleh barang-barang itu dari seseorang yang tidak di-sebutkan namanya. Cara meracik dan membuat mercon pun didapat dari sesorang itu.Sementara cara membuatnya dengan belerang, potasium, brom dan bahan lain-nya digerus biar menjadi halus. “Cuma begitu saja membuatnya. Tidak ada uku-ran, cuma kira-kira saja,” jelasnya.Kasubag Humas Polres Magelang AKP Sugiyanto menjelaskan, selain barang bukti, pelaku juga diamankan petugas. Kini pelaku beserta barang bukti bahan pembuat mercon masih dalam peme-riksaan petugas.Penangkapan bermula saat petugas meng-gelar patroli di sekitar Kaliangkrik sekitar pukul 21.30 (31/5).Ketika itu dieroleh in-formasi ada warga yang menjual bahan pembuat mercon. Petugas kemudian mela-kukan penyelidikan hingga berhasil menga-mankan pelaku dan barang bukti. “Pelaku dan barang bukti diamankan di rumahnya. Selain belerang, ada juga obat mercon siap dipakai,” jelasnya.Pelaku dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman maksimal bagi pelaku 20 tahun penjara. Pelaku disangka melakukan tindak pidana menguasai dan menyimpan bahan peledak, yaitu berupa obat petasan atau obat mercon. “Kami minta masyarakat yang menge-tahui peredaran mercon maupun pen-jualan obat mercon menjelang Ramadan agar melaporkan ke petugas,” katanya. (ady/laz/ong)