MUNGKID – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemkab Magelang mengeluarkan kebijakan anyar. Bagi pengusaha hotel dan tempat penginapan ditekankan untuk tidak menyediakan minuman beralkohol dalam bentuk dan jenis apapun.

“Termasuk tidak boleh menyedia-kan ruang untuk berbuat asusila dan perbuatan maksiat lainnya,” tandas Kepala Satpol PP Kabupaten Mage-lang Imam Basori kemarin (1/6).

Selain hotel, bagi pemilik restoran dan warung diimbau agar bisa ikut menjaga kondusivitas suasana se-lama bulan puasa berlangsung. Sanksi pun bisa diterapkan pemkab jika ada yang bandel.

“Yang nekat melanggar tentu akan dikenai sanksi. Itu sesuai bobot kesalahannya. Bila terbukti mela-kukan pelanggaran berat, izin usa-hanya bisa dicabut,” tegas Imam.

Imam menyampaikan aturan itu terkait keluarnya Surat Edaran (SE) Nomor 451/1831/19/2016 tanggal 31 Mei 2016. SE diteken Plt Sekda Agung Trijaya. Isinya tentang pengaturan jam operasional tempat usaha hiburan seperti karaoke, hotel, homestay, resto-ran, dan tempat hiburan lain selama Ramadan dan Idul Fitri 1437 H.

Dijelaskan, untuk menghormati datangnya Ramadan sejumlah tem-pat karaoke di Kabupaten Magelang juga dilarang beroperasi. Tepatnya tiga hari menjelang dan empat hari awal Ramadan atau mulai Kamis (2/6) sampai Jumat (10/6) mendatang. Tempat hiburan itu boleh buka kem-bali 11 Juni sampai 2 Juli 2016.

“Tetapi jam operasionalnya pun terbatas, hanya selama tiga jam. Mulai pukul 21.00 sampai pukul 24.00,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, ketentuan serupa berlaku saat menjelang hingga awal masa Lebaran nanti. Pengelola tempat hiburan harus menutup tempat usahanya. Yaitu selama 2-10 Juli mendatang. Tempat karaoke itu boleh buka seperti biasa mulai 11 Juli.

“Di daerah ini hanya ada tiga tempat karaoke yang semuanya di wilayah Mertoyudan. Dengan demikian, segala bentuk aktivitas yang dilakukan lebih mudah terpantau,” katanya. (ady/laz/ong)