RADAR JOGJA FILE
BUTUH DANA BESAR: Pelabuhan Tanjung Adikarto menjadi salah satu proyek besar dan membutuhkan biaya sangat besar. Proyek ini juga membutuhkan pasokan material dalam jumlah besar.

KULONPROGO-Aktifitas penambangan batu andesit di Kulonprogo sudah berlangsung lama. Seiring dengan itu, berbagai permasalahan juga sering muncul.

“Namun penyelesaiannya sifatnya masih kasuistik,” kata Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Hamam Cahyadi, kemarin (2/6).Menurut Hamam, ke depan pembangunan bandara, pelabu-han, dan kawasan industri mem-butuhkan batu andesit sebagai material bahan bangunan. Ka-rena itu, perlu ada kajian dan kebijakan yang tepat.

“Tujuannya agar konflik dan gesekan tidak terus terjadi,” katanya.Ditambahkannya, kewenangan perizinan penambangan memang ada di pemerintah provinsi. Kabupaten hanya diberi tugas pengawasan. Kendati demikian, apakah hasil pengawasan akan ditindaklanjuti atau tidak masih jadi tanda tanya.

“Mestinya perlu dihitung kerugian yang diakibat-kan kegiatan penambangan. Yang terjadi di Pengasih sementara ini berupa kerusakan jalan. Namun mungkin masih akan melebar ke masalah lainnya,” jelasnya.Selain itu, retribusi yang masuk ke pemkab juga perlu diper-timbangkan. Ini dikaitkan dengan biaya kerusakan jalan untuk ang-kutan tambang tersebut.

Untuk itu Hamam mangajak dinas ter-kait bersama bersama Dinas ESDM Provinsi DIJ untuk mem-bahas masalah tambang ini.Kabid ESDM Kulonprogo Musto-fa Ali Muhammad membenarkan, kewenangan tambang andesit ada di provinsi. Ia juga mengakui dalam pengawasan hanya bertugas mel-apor ke provinsi.

Tindaklanjutnya juga ada di provinsi.Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulon-progo Sukoco menyatakan, seha-rusnya memang ada jaminan re-klamasi areal penambangan ter-masuk juga kerusakan jalan yang dilewati kendaraan pengangkut.

Hasil pembahasan di DPRD Kulonprogo yang baru lalu, juga sudah dibahas perlu adanya jalan khusus untuk tambang. Diambil contoh penambangan di Kokap ada beberapa investor. Para in-vestor tersebut agar didorong membuat jalan yang dilewati angkutan tambang dengan stan-dar.

“Namun kenyataan di la-pangan truk angkutan tambang batu andesit selalu melebih to-nase jalan,” tambahnya. Dinas perhubungan juga sering melakukan operasi penertiban tanase angkutan. Namun, huku-man denda bagi sopir truk pelang-gar tonase diduga tidak dapat membuat jera sopir untuk melanggar. (tom/din/ong)