BANTUL-Adanya dua re gulasi Bupati Suharsono soal peng-gunaan telepon gengam di se-kolah mulai memunculkan pro dan kontra. Hal ini sesuai pre-diksi Kepala Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Ban-tul Totok Sudarto. Saat ini ada beberapa guru yang mengkriti-si kebijakan tersebut, salah sa-tunya Kepala SMP Pleret 2 Tri Kartika Rina.

Tri tak menampik rencana pe-nerapan larangan membawa handphone (hp) bersemangat untuk meningkatkan mutu pen-didikan di Bantul. Hanya saja, penerapannya tidak bisa gebyah uyah. Mengingat, di balik gadget tersebut terdapat sejumlah man-faat positif maupun negatif.

“Intinya harus selektif,” kata Tri, kemarin (2/6).

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat tak perlu alergi dengan era digital. Termasuk di antaranya kalangan pendidik. Mengingat, kerangka kompetensi abad 21 seperti yang tertuang dalam 21st Century Skills, Education, Com-petitiveness for 21st Century 2008 menekankan pentingnya komu-nikasi dan kolaborasi. Dua kom-petensi ini salah satunya bisa diperoleh dengan memanfaatkan fitur-fitur canggih hp.

“Itu (komunikasi dan kolabo-rasi) ketrampilan pembelajaran dan inovasi penting yang harus dikuasai,” tegasnya.

Tri mengingatkan bahwa siswa bakal melek teknologi jika dibe-kali hp canggih. Siswa juga bakal melek media dan melek infor-masi”Inilah pentingnya gadget smart-phone,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Tri menilai la-rangan siswa dan guru membawa hp di sekolah bukan kebijakan yang tepat. Bagi Tri, yang diper-lukan adalah edukasi. Siswa perlu dibekali bagaimana caranya menggunakan fitur-fitur canggih hp dengan bijak.

“Larangan tidak sebanding dengan manfaatnya yang jauh lebih banyak,” jelasnya.

Sebelumnya, Totok Sudarto menyadari kebijakan larangan membawa hp bakal menimbul-kan pro dan kontra. Kendati de-mikian, Totok menegaskan, la-rangan ini tidak bersifat saklek. Dalam kondisi tertentu guru maupun siswa tetap diperboleh-kan membawa hp.

“Ya ini butuh kearifan bersama-sama,” ujarnya.

Seperti diketahui, Bupati Suhar-sono bakal mengeluarkan dua regulasi sekaligus. Regulasi per-tama berupa peraturan bupati. Isinya, larangan siswa membawa handphone ke lingkungan se kolah. Regulasi kedua berupa surat eda-ran. Materinya terkait larangan bagi guru membawa handphone ke dalam ruang kelas.

Semangat dua regulasi ini untuk mening-katkan mutu pendidikan. Renca-nanya, dua peraturan ini berlaku mulai tahun ajaran 2016/2017. (zam/dem/ong)