UNIK: Pemain Persiba Bantul Sarjono saat melaksanakan tugas sebagai Satgas Damkar. Foto kanan, dia harus berduel dengan Pemain Persinga Ngawi dalam Turnamen Piala Kemerdekaan 2015 lalu.

PERSIBA Bantul memiliki satu pemain yang memi-liki fisik yang bagus, se-hingga merupakan tipi-kal pekerja keras. Di balik kegarangannya saat terjun di lapangan hijau, Sarjono mengemban tu-gas yang tidak kalah berat saat bekerja sehari-hari.

Dia harus bertaruh nyawa, karena dia bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul seba-gai Satgas Pemadam Kebakaran (damkar), sejak Januari 2016 lalu
“Menjadi petugas pemadam kebakaran adalah panggilan jiwa. Ini adalah pekerjaan mulia. Lagi pula kemarin kompetisi juga libur, jadi saat ada tawaran dari BPBD, langsung saya ambil saja,”kata Sarjono, kemarin.

Pria yang berkiprah di dunia sepak bola sejak 2010 tersebut sudah ikut beberapa tanggap bencana. Diantaranya saat kebakaran di Pa-sar Bendungan, Kulonprogo dan eva-kuasi banjir Kali Wi-nongo, beberapa waktu lalu. Ikut sertanya Persiba dalam ISC Seri B 2016, membuat pria yang mengawai karirnya di SSB Baturetno tersebut harus pandai membagi waktu antara bekerja dan bermain bola.

“Awalnya sempat bingung. Mau nekuni sepak bola apa kerja. Tapi setelah Persiba membuat surat ke kantor (BPBD), dan keluar izin, maka main sepak bola sudah tidak ada masalah,” tuturnya.

Setahun setelah bergabung dengan SSB, pria kelahiran Gunungkidul tersebut terjun di ajang popwil. Dua tahun berikut-nya Sarjono berhasil lolos meng-ikuti Popnas 2013 dan bergabung dengan PS Protaba Bantul. Tahun 2014, Sarjono berhasil masuk skuad Persiba U-21 dan setahun kemudian Pelatih Sajuri Syahid memasukkannya di tim utama. (cr4/dem/ong)