BANTUL-Para nelayan di pantai selatan patut meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Menyusul terbaliknya perahu milik seorang nelayan di Pantai Depok karena dihantam gelombang tinggi.Dardi Nugroho, seorang nelayan di Pantai Depok membenarkan kejadian tersebut.

Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut yang terjadi kemarin (2/6). “Milik nelayan Cilacap. Orangnya selamat,” jelas Dardi.

Dikatakan, ada tujuh perahu yang hendak melaut. Para nelayan sebenarnya menyadari bahwa gelom-bang di pantai selatan sedang tidak bersahabat. Kebutuhan ekonomi yang mendorong mereka nekat melaut. Sebab, gelombang tinggi menerjang pantai selatan selama sepuluh hari terakhir.

“Tadi pagi sekitar tujuh meter gelombangnya,” tuturnya.

Untuk mengisi kekosongan waktu, sebagian ne-layan memilih fokus bertani. Ada pula yang mengais rezeki di objek pariwisata Pantai Depok dengan berjualan.Koordinator Operasional Pos Klimatologi BMKG Jogjakarta Joko Budiono mengungkapkan bahwa gelombang tinggi di pantai selatan karena angin timu-ran atau Monsoon Australia yang bertiup kencang.

Dampaknya, gelombang laut pesisir selatan Jawa naik. “Nelayan patut mewaspadai gelombang tinggi yang berpotensi muncul di selatan Jogja,” tandasnya.(zam/dem/ong)