MUNGKID – Polres Magelang terus mendalami kasus bentrok antara anggotanya dengan orga-nisasi masyarakat (ormas) Ge-rakan Pemuda Kakbah (GPK) di Kecamatan Salaman beberapa waktu lalu.

Sekitar lima saksi sudah diperiksa terkait peristiwa yang mengaki-batkan empat polisi mengalami luka-luka itu. Ada beberapa pasal yang mungkin bisa diterapkan Korps Bhayangkara untuk menyi-kapi hal itu.

“Kami masih mela-kukan pendalaman dan pengem-bangan,” kata Kasubag Humas Polres Magelang AKP Sugiyanto kemarin (2/6).

Menurut Sugiyanto, Polri bekerja tetap sesuai prosedur yang ada. Kalau memang cukup bukti, pe-tugas tetap akan menyidik kasus tersebut. Kinerja Polri harus sesuai prosedur yang ada.

“Kalau cukup bukti kami proses. Kami tidak harus berdasarkan dendam,” jelasnya.

Namun demikian, kinerja Polisi harus berdasar aturan.

Apakah ada atau tidaknya pelanggaran aturan di kasus tersebut. Bebe-rapa pasal yang memungkinkan diterapkan pada bentrok ini di-antaranya Pasal 170 KUHP ten-tang kekerasan bersama di muka umum dan atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pe-ngeroyokan “Ancaman hukum-annya bisa mencapai empat tahun,” urainya.

Kaur Binops Reskrim Polres Ma-gelang Iptu Dimas Bagus Pandoyo menambahkan, lima saksi sudah diperiksa. Sejumlah keterangan juga sudah dikumpulkan.

“Kete-rangan sementara ada yang melihat pelemparan batu. Kemudian akan kami tindaklanjuti,” jelasnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini masih terus melakukan penda-laman dan memanggil saksi-saksi lain. Selain itu juga mengumpul-kan hal lain yang berkaitan dengan peritiwa tersebut.

“Polisi masih minta keterangan saksi dan me-ngumpulkan barang bukti,” kata dia.

Peristiwa bentrokan itu terjadi usai acara di Kaliangkrik (25/5). Saat melintas Jalan Magelang- Purworejo tepatnya di Kauman sebelah Polsek Salaman terjadi kesalahpahaman antara GPK dengan anggota Polri. Beberapa anggota Polri yang mengalami luka.

Sekretaris GPK Aliansi Tepi Barat Mukti Adi Utomo mengakui, yang terlibat keributan di Salaman adalah anggota GPK. Menurut dia, keributan itu terjadi karena sama-sama anggota GPK juga dipukul polisi. Selain polisi, ang-gota GPK juga ada yang terluka. Ia pun mempersilahkan polisi jika hendak diproses sesuai hu-kum asalkan sesuai bukti-bukti. (ady/din/ong)