GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
JOGJA – Rumah sakit tipe D maupun Puskesmas rawat inap biasanya fasilitasnya sesuai dengan tipenya tersebut. Fasilitas penunjang tetap berstandar Puskesmas seperti biasanya. Tapi, berbeda dengan RS Pratama. Pemkot Jogja tetap memberikan fasilitas nomor satu bagi pasien di sana.

Seperti untuk perawat penjaga, jika biasanya perawat penjaga di rumah sakit khususnya yang kelas tiga menangani satu bangsal. Nah, di RS Pratama ini maksimal tiga pasien. Itu belum tempat tidurnya. Berstandar pasien di kelas satu.

Wali Kota Haryadi Suyuti menjelaskan, dengan layanan mewah ini, merupakan yang pertama di Indonesia. Terlebih, rumah sakit dengan tipe D di beberapa daerah lain, pelayanannya seperti Puskesmas. “Saya pesan kepada seluruh pegawai di RS Pratama, berikan layanan terbaik,” tandas HS saat peresmian operasional RS Pratama di Jalan Kolonel Sugiyono, kemarin (2/6)
Dia mengatakan, keberadaan RS Pratama ini, diharapkan bisa menjadi jawaban atas permintaan layanan kesehatan yang terus meningkat. Terlebih sejak pemerintah pusat memberlakukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ditambah, Kota Jogja juga memberlakukan universal coverage, sebuah program layanan gratis bagi warganya.

Kepala UPT RS Pratama Fetty Fathiya mengungkapkan, rumah sakit ini sebenarnya sudah mulai menerima pasien sejak 9 Mei 2016 lalu. Namun, ketika itu baru sebatas poliklinik umum, penyakit dalam, dan kesehatan anak. Sekarang, seluruh layanan sudah resmi dioperasikan.

Di RS Pratama ini, melayani Unit Gawat Darurat (UGD), poliklinik umum, gigi, anak, penyakit dalam, kandungan dan kebidanan. Di samping itu, terdapat layanan penunjang seperti laboratorium patologi klinik, radiologi, farmasi, gizi, persalinan 24 jam, pemulasaran jenazah serta ambulans. “Semua menggunakan peralatan baru,” ungkanya.

Peralatan itu berkualitas nomor satu. Artinya, meski dengan tipe D, rumah sakit ini tetap memberikan pelayanan kelas satu. Yang membedakan hanya jika di kelas satu berada di ruangan, ini berada di bangsal.

“Ada kapasitas 80 tempat tidur. Tapi, saat ini baru bisa digunakan 45 kamar karena kami masih membutuhkan tenaga perawat. Idealnya ada 60 perawat, tapi baru tersedia 37 perawat,” katanya.

Dia menambahkan, pihaknya masih akan melakukan rekruitmen pegawai. Baru kemudian, akan mengoperasional semua daya tampung 80 tempat tidur untuk pasien. (eri/ila/ong)