ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
DIPERTANYAKAN: Suharsono menerima bendera partai dari RM Noeryanto, sebagai simbol pengukuhan sebagai Ketua DPC Gerindra Bantul.
BANTUL-Bupati Bantul Suhar-sono resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Ban-tul, kemarin (2/6). Tetapi, pe-ngukuhan ini masih menyisakan tanda tanya. Apakah karena ada gejolak internal di DPC Partai Gerindra atau murni magnet kuat sosok pria yang pernah mendapat Bintang Bhyangkara Nararya Polri pada tahun 2014 ini.

Mengingat, pergantian pucuk pimpinan partai yang di pusat dipimpin oleh Prabowo Su bianto ini terkesan mendadak.Dalam SK DPP yang dibacakan Ketua DPD Partai Gerindra DIJ RM Noeryanto terungkap bahwa SK DPP Partai Gerindra Nomor 03/0035/keputusan/dppgerindra/2016 pe-rihal susunan personalia DPC Par-tai Gerindra ditandatangani 14 Maret 2016.

Artinya, SK pengang-katan Suharsono sebagai ketua DPC Partai Gerindra Bantul ditandata-ngani hampir sebulan pasca pelantikannya sebagai orang nomor satu di Bumi Projotamansari. SK itu sekaligus mencabut SK Nomor 07/0086/keputusan/dpp-gerindra/2015 perihal susunan personalia DPC Partai Gerindra pimpinan Nur Subiyantoro yang diteken 4 Juli 2015.

Saat ditemui usai pengukuhan, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Hasyim Djojoha-dikusumo membantah ada konflik yang melatarbelakangi pencopotan Nur Subiyantoro dan penunjukkan Suharsono. Pengangkatan Suhar-sono murni karena sejumlah per-timbangan. Antara lain, Suharsono tercatat sebagai kader gerindra, dan sejalan dengan visi-misi partai.

“Dan pak Prabowo memutuskan untuk mengangkat beliau,” tegas Hasyim.

Ini berbeda dengan pernyataan adik Prabowo Subianto tersebut kala memberikan sambutan peng-arahan pengukuhan. Hasyim sem-pat berucap ada rintangan dari internal partai yang mengganggu jalannya roda pemerintahan Suharsono-Abdul Halim Muslih selama tiga bulan terakhir. Namun, Hasyim tidak memerinci apa rintangan tersebut.

“Bapak (Suharsono) tahu kenapa saya dukung bapak. Selama tiga bulan hingga empat bulan saya pantau terus SK bapak,” tutur Hasyim.

Terlepas dari itu, Hasyim melihat bahwa terpilihnya Suharsono se-bagai Bupati Bantul sebagai se-suatu yang fenomenal. Sebab, menjelang pilkada tak ada satu pun yang melihat potensi kemenangan pasangan tersebut untuk melawan pasangan Sri Surya Widati- Misbakhul Munir. Itu diperparah dengan ba-nyaknya partai politik yang ber sedia mendukung, apalagi mengusung-nya.

“Itu (kemenangan) mukjizat,” ujarnya.

Mewakili jajaran pengurus DPP Hasyim berpesan agar Suharsono mewujudkan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, dan pro rakyat. Harapannya, Suharsono bakal dicintai rakyat Bantul. Dengan sendirinya Suharsono bisa mulus jika ingin maju kembali pada pil-kada Bantul 2021.

“Jangan hanya omong doang. Kami berharap bisa bawa peru-bahan,” pintanya.

Terpisah, Suharsono menyatakan siap menjawab kepercayaan DPP Partai Gerindra. Sebagai Ketua DPC, dia berjanji bakal menggerakkan seluruh elemen partai untuk dekat dengan seluruh lapisan masyarakat. “Dan sebagai bupati, langkah ini sudah saya lakukan,” tandas-nya.(zam/dem/ong)