HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
OBJEK WISATA BARU: Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo meresmikan objek wisata baru bernama Gunung Agung di Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap Kamis (2/6).
KULONPROGO-Sejalan dengan arah perkembangan dan kemunculan bandara, Pemkab Kulonprogo terus menggali potensi wisata di kawasan Bukit Menoreh. Kini, satu lagi destinasi wisata alam baru yang akan dikembangkan. Yakni Gunung Agung di Kalirejo, Kokap.

Objek wisata alam ini dipercaya akan menjadi objek wisata alternatif baru di Kulonprogo. Targetnya akan menyedot perhatian wisatawan jika dikembangkan secara maksimal. Gunung Agung akan melengkapi destinasi lainnya yang sudah lebih dulu dikembangkan, yakni Kalibiru, Watu Tekek, Goa Seriti, dan objek wisata indah lainnya di Menoreh.

Gunung Agung memiliki luas 1.295,96 hektare. Sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan, pegunungan yang hijau dan sejuk. Kondisi alam yang indah itu menjadi modal utama untuk pengembangan sektor wisata.

Melalui Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM), objek wisata tersebut ditinjau langsung dan diresmikan oleh Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, Kamis (2/6).

“Pengembangan Gunung Agung ini membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena masih perlu memperbaiki akases jalan menuju lokasi wisata. Kendati demikian untuk mencapai desa Kalirejo jalannya sudah 80 persen sudah bagus,” kata Hasto.

Ditambahkan, tahun 2017 rencana akan dialokasikan anggaran untuk Desa Kalirejo sebesar Rp 2,2 miliar – Rp 2,3 milar. Alokasinya untuk perbaikan jalan dan sarana penunjang lainnya. Kendati anggaran untuk Desa Kalirejo sudah tertinggi di antara desa lainnya di kecamatan Kokap, yakni Rp 7 miliar pada 2015.

Kepala Desa Kalirejo Lana mengungkapkan, terkait kondisi jalan pihaknya sudah mengusulakan dalam Musrenbang tingkat kecamatan. “Khususnya untuk jalan terjal yang menghubungkan antara Gunung Ijo dan Gunung Agung masih belum baik,” ungkapnya.

Camat Kokap Mitoto Cipto Suroso memaparkan, di Kecamatan Kokap ada lima desa. Nilai dana desa di kecamatan ini mencapai Rp 22 miliar. Rinciannya Desa Hargorejo Rp 5,7 miliar, Hargomulyo (Rp 2,2 miliar), Hargowilis (Rp 4,2 miliar), Hargotirto (Rp 2,7 miliar). “Desa Kalirejo paling besar mencapai Rp 7,9 miliar,” paparnya. (tom/din/ong)