MAGELANG- Polres Magelang Kota tidak mengeluarkan izin untuk digelarnya laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) B antara PPSM Sakti Magelang v PSIS Semarang di Stadion Moch Soebroto hari ini. Faktor keamanan menjadi alasan polisi tidak menerbitkan izin ini.

Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardiani mengatakan, ada dua alasan tidak dikeluarkan izin tersebut. Pertama, pertandingan tersebut dilangsungkan menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Jika terjadi keributan dikawatirkan akan berkelanjutan. “Jika terjadi keributan berkelanjutan yang menyebabkan mengganggu kekusyukan dalam menjalankan ibadah puasa,” kata Esti kemarin (3/6).

Alasan kedua, karena saat pertandingan sebelumnya (29/5), terjadi keributan. Dan petugas keamanan justru menjadi korban. Selain itu, keberadaan stadion tersebut juga dekat dengan permukiman warga. “Perihal tidak diberikannya izin tersebut telah disampaikan kepada panpel 1 Juni lalu. Ditunda hingga melihat situasi dan kondisi,” ujarnya.

Manajer PPSM Sakti Magelang Adi Chandra Pamungkas menambahkan, belum dikeluarkan rekomendasi izin pertandingan tersebut dikirimkan kepada PT Gelora Trisula Semesta selaku operator liga ISC B. “Kami juga merasa ikut dirugikan. Padahal pemain sudah dalam kondisi siap main. Apalagi setelah ini memasuki libur panjang karena puasa dan Lebaran,” ujarnya.

Dalam waktu yang sama, manajemen PPSM Sakti mencoret tiga pemain yakni Voller Ortega (gelandang), Galih Tri Handoko (gelandang), dan pemain baru, Martin Kaafir. Ketiga dicoret karena dinilai melakukan indisipliner.

Menurutnya, ketiga pemain tersebut dicoret karena melanggar aturan yakni bermain sepak bola antar kampung (tarkam) saat masih terikat kontrak dengan PPSM Sakti. Dari tiga pemain tersebut, dua di antaranya terbukti mengikuti sepak bola tarkam sebanyak dua kali yakni Voller Ortega dan Galih Tri Handoko. Sedangkan, Martin Kaafir yang baru dikontrak menjelang laga melawan Persipur Purwadadi dua pekan lalu, baru sekali mengikuti tarkam.(nia/din/ong)