BANTUL-Air Sungai Bedog diduga kembali teracuni limbah dariPabrik Gula (PG) Madukismo. Menyusul matinya ikan sungai yang melintas di Kecamatan Pajangan dalam jumlah besar kemarin (3/6) pagi. Kejadian ini merupakan kali kedua dalam sepekan terakhir.

“Sekitar jam 03.00 pagi mulai kelihatan ikan mati,” kata warga Dusun Dukuh, Guwasari, Pajangan, Yuhairi. Kemarin.

Berbeda dengan kejadian sebelumnya pada Minggu (29/5) lalu. Matinya ikan kali ini juga disertai dengan kondisi air Sungai Bedog yang cukup pekat. Bahkan menurut Yuhairi, air sungai berlendir mirip gel.

“Warnanya merah,” tuturnya.

Kondisi inilah yang ditengarai sebagai pemicu matinya ikan. Seperti halnya keracunan sebelumnya, tidak sedikit warga Guwasari yang memanfaatkan kondisi ini untuk mencari ikan. Ada beberapa jenis ikan yang diperoleh warga. Di antaranya, keting, wader, dan sogo.

“Warga dapat setengah kresek. Saya juga sama,” ujar Yuhairi.

Ketua Karangtaruna Diporatnamuda Desa Guwasari Masduki Rahmad mengungkapkan, dirinya sempat berkunjung ke tempat pengolahan limbah PG Madukismo pekan lalu. Dari keterangan pihak pabrik diketahui bahwa limbah cair hasil pengolahan spritus memang dialirkan ke Sungai Bedog. Biasanya, mulai pukul 20.00 hingga pukul 03.00.

Limbah cair atau biasa disebut dengan Vinnese yang keluar dari mesin bersuhu 80 derajat celcius itu diklaim telah mengalami pengolahan terlebih dahulu di kolam penampungan. Setelah jernih baru dibuang ke sungai.

“Sehari menghasilkan 200.000 liter limbah cair,” ungkap Masduki.

Dari pengamatannya, kapasitas kolam penampungan limbah cair milik Madukismo tidak begitu besar. Dia menengarai tidak akan muat menampung 200.000 liter limbah air.

“Pegawainya juga ngomong kalau tidak muat langsung dialirkan ke sungai,” jelasnya.

Mewakili warga Guwasari Masduki berharap pabrik gula Madukismo memperbaiki pengolahan limbah airnya. Mengingat, limbah air tersebut selama ini merusak ekosistem di sungai.(zam/dem)