GUNUNGKIDUL – Tradisi padusan di Pantai Selatan dipastikan tetap akan menjadi agenda yang dilakukan warga menjelang puasa Ramadan. Padahal, sampai saat ini ancaman gelombang tinggi masih menghantui.

Karena itu, Tim SAR disiagakan. Mereka ditempatkan di 16 titik. “Ya, kondisi laut sedang tidak bersahabat,” kata Koordinator SAR Korwil II Gunungkidul Marjono kemarin (3/6).

Sedikitnya ada 85 anggota SAR diturunkan untuk menjaga keamanan pantai saat tradisi padusan pada Minggu (4/6) besok. Upaya pengamanan terbagi di dua wilayah, yakni wilayah I meliputi Pantai Sadeng-Siung sebanyak 30 personel.

Sedangkan di wilayah II yang meliputi Pantai Poktunggal-Gesing disiagakan 55 personel. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan SAR Satlinmas Wilayah I untuk pengamanan wilayah pantai,” terangnya.

Menurut Sarjono, berdasarkan pengalaman tahun lalu, saat tradisi jelang puasa ini terjadi lonjakan pengunjung. Pos terbanyak pengamanan ada di Pantai Baron dengan 16 personel dan di Pantai Indrayanti ada enam. “Memang, dalam prediksi saat padusan kondisi laut terhitung landai. Namun bukan jaminan, karena gelombang tinggi masih sangat mungkin terjadi. Sehingga ini jadi ancaman bagi pengunjung jika tidak berhati-hati dan waspada,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbubpar) Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, demi kenyamanan pengunjung pihaknya menyediakan dua buah pancuran. “Fasilitas pancuran bisa digunakan pengunjung untuk tradisi padusan atau melakukan mandi besar sebagai tradisi sebelum melaksanakan ibadah puasa,” kata Hary Sukmono.

Lokasi pancuran ditempatkan di dua titik yakni, PantaiBaron dan Sundak. Dengan ini Harry mengimbau kepada wisatawan agar memanfaatkan pancuran dan menghindari bermain dengan deburan ombak. “Memang ada petugas SAR, tapi akan lebih baik lagi bila wisatawann tetap berhati-hati,” pesannya. (gun/din/ong)