KULONPROGO- Pemkab Kulonprogo menyerahkan dana hibah kepada Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kulonprogo senilai Rp 2,9 miliar untuk pelaksanaan Pemilukada 2017.

Perjanjian ditandatangani Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Ketua Panwaslu Kabupaten Kulonprogo Tamyus Rochman dengan nominal Rp.2.979.459.000. Dana tersebut untuk operasional Panwaslu dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Kulonprogo 2017. “Proses pemilukada merupakan prosesi sakral. Karena untuk mempersembahkan calon pimpinan. Bawaslu dan Panwas memiliki peran penting dalam menjaga kesakralannya,” kata Hasto.

Menurut Hasto, pemilukada penting karena untuk melahirkan sosok pemimpin. Maka dalam mengelola pilkada juga harus dilakukan secara professional. Bukan seperti mengelola perusahaan atau pemborong. “Panwas sekarang jangan berpikir ngeres. Jaga marwah lembaga pengawasan agar clear and clean. Kehormatan panwas juga tergantung integritas,” ujarnya.

Ditambahkannya, integritas lembaga pengawasan bisa dijaga dengan memahami pentingnya nilai pelayanan. Dia juga berharap calon-calon (bupati/wakil bupati) yang akan bersaing juga dapat menjaga marwah. “Masyarakat berhak bersyukur. Karena proses demokrasi di Kulonprogo selama ini berjalan baik,” tambahnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ Muhammad Najib sependapat dengan jargon clean and clear. Artinya banwaslu juga akan mendorong Panwaskab Kulonprogo untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan sebaik mungkin. “Kami mengapresiasi Pemkab Kulonprogo yang telah memberi dukungan operasional kepada Panwas,” ujarnya. (tom/din/ong)