FACEBOOK JNN
RABU KROWAKS: Begini aksi para anggota JNN saat menambal jalan berlubang dengan semen di Jogja. Tujuannya agar tak ada pengguna jalan yang celaka.

Beraksi Tiap Rabu Malam, Dana dari Iuran Anggota

Jika ada jalan rusak di Jogja dan keesokan harinya sudah ditambal dengan semen, bisa jadi itu hasil dari kepedulian komunitas Jogja Nyah Nyoh (JNN). Ya, karena setiap Rabu malam, JNN dengan kegiatan yang dinamai Rabu Krowaks, secara swadaya melakukan penambalan jalan berlubang di kota ini. Tujuannya, agar tak ada pengguna jalan yang celaka.

HERU PRATOMO, Jogja
Kegiatan JNN menambal jalan berlubang di Jogja, sebenarnya baru dimulai pada pertengahan 2015 lalu, tapi gemanya sudah didengar Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X. Maka, secara khusus gubernur mengundang JNN untuk bertemu dengannya di Kepatihan
“Ini wujud apresiasi Pemprov DIJ kepada JNN,” kata Koor dinator JNN Aditya Eka Sunu usai ber-temu dengan HB X Rabu (1/6).

Aditya menjelaskan, kegiatan Rabu Krowaks yang dilakukan JNN karena kegiatan penam balan jalan dilakukan malam hari.

Pilihan waktu malam hari agar tidak menggangu pengguna jalan lain. JNN yang saat ini anggotanya berjumlah sekitar 50 orang itu, melakukan kegiatan penambalan jalan jika menemui atau ada la-poran jalan berlubang. JNN mem-prioritaskan penambalan untuk jalan-jalan arteri.

“Terutama yang benar-benar vital untuk aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Pemantauan mereka pun se-benarya simpel. Apabila anggota JNN yang sedang berkendara di jalanan Jogja menemukan jalan berlubang, langsung dilaporkan ke grup WhatsApp (WA).

Da ta-data tersebut kemudian dikum-pulkan dan kemudian pada Rabu malam dilakukan penam-balan. Untuk penambalan, JNN biasa membawa batu kerikil dan semen. Lalu, dari mana dananya?
“Ada iuran dari anggota sebesar Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu per ang-gota,” tutur Aditya.

JNN sendiri diresmikan 19 Fe-bruari 2016, tetapi sudah me-lakukan kegiatan penambalan jalan sejak pertengahan 2015. Seminggu sekali para anggotanya melakukan temu darat.

Mereka memiliki grup di WA dan Face-book untuk komunikasi dan koordinasi. Tapi, jelas Aditya, kalau di grup Facebook hanya untuk me-ngoordinasikan bila ada pe-ngumpulan donasi. Uang ban-tingan dari anggota dikumpulkan dan dikelola dalam bentuk unit usaha.

Terkait pertemuan dengan Gubernur HB X, Aditya me ngaku mendapat bantuan kendaraan operasional dari gubernur, ber-upa motor niaga.

HB X, lanjut Aditya, juga berpesan supaya kegiatan Rabu Krowaks bisa dikoordinasikan dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum Pe-rumahan Energi dan Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIJ. Hal itu karena regulasi kedi-nasan yang belum me mungkinkan untuk secara cepat dan terarah di pelosok-pelosok. HB X juga meminta Dinas PUP-ESDM DIJ melakukan bimbingan teknis kepada JNN.

“Selama ini untuk penambalan JNN menggunakan semen, bukan aspal,” ujar Aditya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUP-ESDM DIJ Rani Sjamsinarsi mengaku diminta oleh HB X untuk mempertemukannya dengan komunitas JNN tersebut. Menurut Rani, HB X sangat mengapresiasi kegiatan JNN.

Pihaknya sendiri, lanjut Rani, juga siap berkerjasama dengan JNN. Di antaranya dengan meminta laporan yang lebih update terkait jalan berlubang. Diakui, pihaknya memiliki ke-terbatsan dalam inspeksi jalan berlubang yang hanya se minggu sekali.

“Kami minta jika ada infor-masi jalan berlubang, segera diberi tahu karena kami juga terbatas untuk inspeksi ming-guan,” ujarnya. (laz/ong)