BANTUL – Bertempat tinggal di dekat tempat masjid bukan berarti jauh dari perbuatan maksiat. Sebaliknya, pria berinisial S, warga Dusun Mancasan, Wirokerten, Banguntapan justru berjualan minuman keras (miras). Dari rumah S, Polsek Banguntapan menyita puluhan botol minumah beralkohol berbagai merek.

“Saat kami gerebek, S tidak berada di rumah. Tersangka diduga telah melarikan diri,” ungkap Kapolsek Banguntapan Kompol Suharno tentang razia miras pada Sabtu (4/6) malam.

Dalam penggeledahan rumah S, polisi mendapati 76 botol miras. Bagi kepolisian, S bukan merupakan wajah baru. Dia termasuk salah satu target operasi (TO) kepolisian. Diduga S meneruskan bisnis yang dikelola ibunya. Menurut Suharno, anggotanya sempat mendatangi rumah ibu S. Tetapi, petugas tak menemukan satu pun botol miras. Setelah itu, petugas langsung bergerak menuju rumah S.

“Saat di rumah ibunya, sebenarnya kami sempat bertemu dengan S,” ucapnya.

Suharno menegaskan bahwa kepolisian bakal terus menggencarkan razia miras. Termasuk pula penyakit masyarakat. Seperti perjudian dan prostitusi. “Justru selama bulan puasa razia, razia kami perketat,” katanya.(zam/ong)