Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MAGELANG – Polres Magelang Kota memusnahkan ratusan liter minuman keras (miras) berbagai jenis, di halaman Unit Dikyasa Satlantas, kemarin (5/6). Minuman haram ini sebagai bukti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) 2016 yang dimulai 31 Mei lalu.

Menurut Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto, total ada 570 botol miras berbagai jenis dan 17 jeriken atau 678 liter miras oplosan/ciu yang dimusnahkan. Barang ini disita dari tiga tersangka yakni Riyati, Rita, dan Tomi. Ketiganya adalah penjual miras di Jalan Alibasa Sentot dan Kampung Paten Jurang.

“Riyati dan Rita sudah menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) dengan hukuman denda Rp 1 juta. Sementara Tomi baru akan sidang besok (hari ini, Red) dengan barang bukti yang belum dimusnahkan,” ujar Edi di sela acara.

Dikatakan, sasaran utama Operasi Pekat 2016 memang peredaran miras yang masih marak. Terutama banyak beredar miras oplosan jenis ciu, karena harganya terjangkau oleh konsumen menengah ke bawah.

“Operasi digelar untuk menjaga kota tetap kondusif menjelang bulan Ramadan. Operasi akan berlangsung 14 hari sampai 13 Juni mendatang. Selain miras, kami juga menyasar PSK, judi tradisional, judi togel, narkoba, hotel-hotel dan tempat hiburan,” katanya.

Menurut Edi, ada model baru yang tericum olehnya terkait perederan miras. Bos atau bandar miras berani menebus barang yang disita polisi dengan harga dan jumlah beberapa kali lipat. Bandar akan mengganti denda yang dikeluarkan tersangka dua kali lipat.

“Begitu juga akan mengganti miras yang kami sita dengan miras baru dua kali lipatnya. Misal kami sita satu krat miras, maka bandar atau produsen akan memberi dua krat miras ke penjual sebagai ganti rugi. Ini tantangan bagi polisi untuk bisa menghentikan peredarannya,” paparnya.

Terkait hukuman, lanjut Edi, berdasarkan Perda No 6 Tahun 2015, hukuman bagi penjual atau pengedar miras memang tambah berat. Begitu juga proses lebih cepat dengan langsung menjalani persidangan.

“Kami harap hukuman atau denda yang lebih berat dapat membuat efek jera bagi para pelaku. Kami tetap tegas dan menyatakan perang terhadap miras,” tandasnya.

Turut hadir dalam pemusnahan miras ini, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Ketua DPRD Kota Magelang Endi Darmawan. Selain itu tampak pula sejumlah pejabat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengemukakan, pihaknya mengapresiasi aparat yang telah menjalani Operasi Pekat dengan baik. Hasil operasi berupa miras dinilai sangat banyak, mengingat luasan wilayah Kota Magelang relatif kecil dan waktu yang cukup singkat.

“”Miris memang, kota kecil tapi peredaran mirasnya masih banyak. Tidak dipungkiri Kota Magelang letaknya strategis dan memiliki daya tarik bagi warga luar kota untuk datang. Satu sisi baik untuk roda ekonomi, tapi sisi lain potensial untuk peredaran miras,” tandasnya. (nia/laz/ong)