BANTUL –Persiba Bantul bertekad akan mengakhiri tradisi kebobolan di menit-menit akhir. Dari sejumlah laga yang dimainkan di Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B Grup 5, Persiba kurang beruntung di tiga pertandingan terakhir.

Alih-alih mendapatkan poin di kandang PSS Sleman dan Martapura, pertandingan di kandang melawan Persinga Ngawi dua pekan lalu pun mereka kandas di menit-menit akhir laga.

Ya, di laga tersebut, sejatinya Laskar Sultan Agung-julukan Persiba tampil memukau sepanjang pertandingan. Bahkan, sang penjaga gawang Puthut Jati mampu mementahkan tendangan penalti tuan rumah. Sayang, di menit-menit akhir mereka lengah hingga akhirnya harus kebobolan dan kalah.

Seolah seperti sebuah tradisi, di Persiba selalu kebobolan di menit akhir kecuali di pertandingan perdana melawan Madiun Putra. Melawan PS Mojokerto Putra, PSS Sleman, Persinga Ngawi, dan terakhir Martapura FC mereka selalu kebobolan di menit akhir.

Melawan PSMP di Mojokerto mereka harus menerima kekalahan telak 6-2. Salah satu gol PSMP dicetak di injury time babak kedua. Selanjutnya melawan PSS Sleman mereka juga harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan di injury time babak kedua.

Sempat mempunyai asa membawa pulang satu poin melawan tim tangguh PSS Sleman. Harapan Persiba pupus setelah Tri Handoko mampu menyarangkan bola ke gawang Puthut di injury time.

Menjamu Persinga Ngawi sepekan kemudian, Persiba susah payah untuk bisa unggul dari Persinga Ngawi. Mereka harus menunggu hingga menit 75 untuk bisa unggul melalui titik putih yang sukses dieksekusi Johan Manaji. Sayang, tiga angka yang sudah di depan mata harus hilang lantaran Persinga bisa mencetak dua gol 5 menit jelang laga bubaran. Tiga angka pun melayang dibawa pulang Persinga Ngawi.

Melawan jawara klasemen Martapura FC pun demikian. Lagi-lagi Persiba harus kalah di menit akhir pertandingan. Persiba nyaris punya harapan membawa pulang satu poin setelah tendangan penalti Martapura FC bisa dimentahkan Phutut. Namun Aidil Bogel mengubur asa Persiba. Bogel menjebol gawang Puthut di menit 89.

Pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengungkapkan late concended goal dikarenakan kurangnya konsentrasi anak asuhnya. Selain itu, mental anak asuhnya juga masih perlu ditempa. “Kalau melihat hasil, ya seperti itulah hasilnya. Kami kalah. Tapi secara permainan anak-anak tidak kalah dengan tim-tim lain,” ujar Sajuri
Sejauh ini Sajuri menganggap anak asuhnya telah bermain dengan baik dari hari ke hari. Dengan pemain yang memiliki usia muda dan minim jam terbang, mereka layak diacungi jempol. Harapannya mereka akan lebih tangguh dalam menghadapi kompetisi yang sesungguhnya.

Pada kesempatan libur bulan Ramadan dan Lebaran ini dimanfaatkan Sajuri untuk menggembleng Slamet Widodo dan kawan-kawan untuk bisa tampil lebih baik lagi. Laga selanjutnya, Persiba akan menjamu PSBI Blitar pada 16 Juli sesuai jadwal yang ada. “Kami akan terus menempa mental anak-anak agar lebih siap menghadapi kompetisi,” ujar Sajuri. (cr4/din/ong)